detikNews
Kamis 18 April 2019, 18:02 WIB

NYPD Tangkap Pria yang Masuk ke Katedral St Patrick Bawa Bensin

Novi Christiastuti - detikNews
NYPD Tangkap Pria yang Masuk ke Katedral St Patrick Bawa Bensin Ilustrasi -- Katedral St Patrick di New York (REUTERS/Carlo Allegri/File Photo)
New York - Seorang pria ditangkap Kepolisian New York (NYPD) di Amerika Serikat (AS) setelah berusaha masuk ke Katedral St Patrick dengan membawa dua kaleng bensin dan pemantik api. Penangkapan beberapa hari setelah kebakaran hebat menghanguskan atap Katedral Notre-Dame di Prancis.

Seperti dilansir AFP, Kamis (18/4/2019), Deputi Komisioner NYPD John Miller menyatakan bahwa pria yang ditangkap ini mengklaim dirinya hanya mengambil jalur singkat dengan melewati bagian dalam katedral setelah mobilnya kehabisan bahan bakar, namun jawaban pria itu 'tidak konsisten dan terkesan mengelak'.

Identitas pria yang ditangkap pada Rabu (17/4) malam waktu setempat itu tidak disebut lebih lanjut.

"Kami tidak tahu apa yang ada di dalam kepalanya, apa motifnya," tutur Miller dalam konferensi pers.


Pria tersebut awalnya dicegat oleh petugas keamanan Katedral St Patrick, yang memperingatkannya bahwa dia tidak bisa masuk ke dalam dengan membawa benda-benda tersebut. Pria itu disebut membawa dua kaleng berisi penuh bensin lalu cairan yang mudah terbakar dan pemantik api.

"Pada satu momen, sejumlah bensin tampaknya tumpah ke lantai saat dia membalikkan badan," sebut Miller.

Setelah diperingatkan oleh petugas keamanan, pria itu meninggalkan katedral yang berlokasi di Midtown Manhattan tersebut. Selanjutnya, biro antiterorisme NYPD yang mendapat laporan soal pria itu, langsung menangkapnya dan menginterogasinya.

"Pria itu menyatakan dia memotong jalan dengan masuk ke katedral... bahwa mobilnya kehabisan bahan bakar," ucap Miller. "Kami memeriksa kendaraannya. Ternyata mobilnya tidak kehabisan bahan bakar dan saat itu dia langsung ditahan," imbuhnya.


Diungkapkan Miller bahwa pria berusia 37 tahun itu 'sudah dikenal oleh polisi' dan kini pihak kepolisian sedang memeriksa latar belakangnya.

Miller menambahkan bahwa terjadinya insiden ini sekitar dua hari setelah kebakaran di Katedral Notre-Dame membuat situasinya semakin mencurigakan. Meskipun kebakaran di Katedral Notre-Dame untuk sementara diyakini tidak disengaja oleh otoritas Paris.

Di AS sendiri diketahui ada tiga gereja di Louisiana yang terbakar antara 26 Maret hingga 4 April lalu. Gereja-gereja itu diketahui memiliki mayoritas jemaat kulit hitam.


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com