DetikNews
Jumat 22 Maret 2019, 14:09 WIB

Kapal Nelayan Tenggelam di Laut China Selatan, Vietnam Marah ke China

Novi Christiastuti - detikNews
Kapal Nelayan Tenggelam di Laut China Selatan, Vietnam Marah ke China Ilustrasi -- Foto pulau buatan China di Laut China Selatan (Reuters/Ritchie B. Tongo)
Hanoi - Sebuah kapal nelayan berbendera Vietnam tenggelam setelah dikejar kapal pengintai maritim China di perairan Laut China Selatan yang menjadi sengketa. Pemerintah Vietnam pun marah atas insiden itu dan melayangkan protes kepada pemerintah China.

Diketahui bahwa Vietnam dan China selama bertahun-tahun terlibat pertikaian terkait perairan yang kaya energi dan disebut Laut Timur oleh Vietnam itu

Seperti dilansir Reuters, Jumat (22/3/2019), Kementerian Luar Negeri Vietnam dalam pernyataannya menyebut bahwa insiden ini terjadi saat kapal nelayan itu tengah berlabuh di dekat Pulau Da Loi, gugusan Kepulauan Paracel pada 6 Maret lalu.

Menurut Kementerian Luar Negeri Vietnam, saat itu sebuah kapal pengintai maritim China (China Maritime Surveillance) mengejar kapal nelayan dan menembakkan meriam air ke arah kapal tersebut.


Kapal nelayan Vietnam itu tenggelam setelah menabrak karang saat dikejar kapal China. Lima nelayan yang ada di dalam kapal tersebut, menurut Kementerian Luar Negeri Vietnam, berhasil diselamatkan oleh sebuah kapal nelayan Vietnam lainnya yang berlayar di dekat lokasi.

Badan penyelamat Vietnam sebelumnya menyebut kapal China itu sempat menabrak kapal nelayan Vietnam tersebut.

"Kapal China melakukan tindakan yang melanggar kedaulatan Vietnam atas kepulauan Hoang Sa, mengancam nyawa-nyawa dan merusak properti dan kepentingan sah dari nelayan-nelayan Vietnam," sebut Kementerian Luar Negeri Vietnam dalam pernyataannya, merujuk pada sebutan versi Vietnam untuk Kepulauan Paracel.

Atas insiden ini, otoritas Vietnam telah melayangkan nota protes kepada Kedutaan Besar China di Hanoi. Vietnam juga menuntut Badan Pengintaian Maritim untuk mencegah insiden serupa kembali terjadi. China juga diminta memberikan kompensasi yang pantas untuk para nelayan Vietnam yang menjadi korban.


Dalam pernyataan terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri China seperti dikutip media-media China memberikan pernyataan bertolak belakang.

Disebutkan juru bicara tersebut bahwa kapal nelayan Vietnam itu sudah tenggelam saat kapal China tiba di lokasi. Juru bicara tersebut mengklaim bahwa awak kapal China menjadi pihak yang menyelamatkan para nelayan Vietnam tersebut.

Diketahui bahwa China mengklaim 90 persen wilayah perairan Laut China Selatan, di mana China membangun instalasi-instalasi militer dan lainnya di pulau-pulau buatan. Klaim China ini memicu gejolak di kawasan tersebut. Selain Vietnam, Laut China Selatan juga menjadi sengketa Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam dan Taiwan.



Tonton juga video 18 Kapal Nelayan di Muara baru Terbakar, Api Masih Berkobar:

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed