DetikNews
Jumat 15 Maret 2019, 18:56 WIB

Tim Kriket Bangladesh Nyaris Jadi Korban Aksi Teror Masjid New Zealand

Novi Christiastuti - detikNews
Tim Kriket Bangladesh Nyaris Jadi Korban Aksi Teror Masjid New Zealand Korban penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru menjalani perawatan medis (BBC World)
Wellington - Tim kriket asal Bangladesh nyaris menjadi korban penembakan brutal di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru. Mereka tiba di salah satu masjid untuk salat Jumat, hanya beberapa menit setelah serangan teroris yang menewaskan 49 orang itu dimulai.

Seperti dilansir AFP, Jumat (15/3/2019), tim kriket Bangladesh itu sedang berada di Christchurch untuk mengikuti pertandingan uji coba. Jadwal pertandingan uji coba terakhir yang seharusnya digelar Sabtu (16/3) besok, telah dibatalkan usai serangan ini.


Juru bicara tim kriket Bangladesh, Khalied Mashud, menceritakan bagaimana tim Bangladesh berangkat bersama-sama dengan bus untuk salat Jumat di Masjid Al Noor pada Jumat (15/3) waktu setempat. Tim ini tiba di masjid tersebut saat penembakan brutal sedang berlangsung.

"Kami sangat dekat, kami bisa melihat masjidnya. Kami berjarak 50 yard (45 meter). Saya menyebut kami sangat beruntung" tutur Mashud kepada wartawan setempat.

"Jika kami tiba di sana sekitar tiga atau empat menit lebih awal, kami akan berada di dalam masjid, hal yang besar mungkin terjadi," imbuhnya.


Disebutkan Mashud bahwa 17 pemain dan staf tim kriket Bangladesh hanya bisa terdiam di dalam bus saat menyaksikan para korban berlumuran darah berjalan sempoyongan keluar dari masjid.

"Tampak seperti video, yang kami lihat dalam sebuah film. Dari bus kami melihat orang-orang berlumuran darah keluar dari masjid," ucapnya.

"Kami ada di dalam bus sekitar 8-10 menit. Kami menundukkan kepala kami di dalam bus, jika ada tembakan (mengarah ke mereka). Kemudian kami menyadari teroris bisa keluar dan menyerang kami, mereka akan menemukan banyak dari kami di dalam bus dan insiden besar akan terjadi. Kemudian kami semua memutuskan meninggalkan bus," ungkapnya.


Seorang reporter kriket Bangladesh memposting rekaman video para pemain dan staf kriket dengan wajah tegang berjalan cepat meninggalkan lokasi penembakan. Suara sirene mobil polisi terdengar dalam rekaman video itu.

Secara terpisah, juru bicara Badan Kriket Bangladesh, Jalal Yunus, menyatakan tim dalam kondisi 'syok' namun tidak ada yang mengalami luka-luka. Mereka diminta tetap tinggal di hotel untuk sementara waktu.

"Mereka selamat. Tapi mereka syok secara mental. Kami meminta tim tetap ada di dalam hotel," ucap Yunus kepada AFP.


Dalam komentar terpisah, Perdana Menteri Pakistan yang seorang mantan pemain kriket terkenal mengatakan: "Ini menegaskan apa yang selalu kita tegaskan: bahwa teroris tidak memiliki agama."

Perdana Menteri Jacinda Ardern dalam pernyataannya mengecam penembakan brutal itu sebagai 'serangan teroris'.


Simak Video 20detik: Teror Penembakan di Masjid, Hari Tersuram di Selandia Baru

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed