detikNews
Rabu 13 Maret 2019, 16:58 WIB

207 Guru dan Murid Keracunan Limbah Kimia, Malaysia Liburkan 34 Sekolah

Novi Christiastuti - detikNews
207 Guru dan Murid Keracunan Limbah Kimia, Malaysia Liburkan 34 Sekolah Ilustrasi (AFP PHOTO)
Kuala Lumpur - Otoritas Malaysia meliburkan 34 sekolah di wilayahnya terkait kebocoran kimia. Insiden kebocoran kimia yang terjadi sejak pekan lalu itu dilaporkan telah membuat lebih dari 200 orang, termasuk anak-anak, dirawat secara medis karena keracunan.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (13/3/2019), otoritas Malaysia meyakini bahwa insiden keracunan massal ini disebabkan oleh limbah beracun yang dibuang ke sungai yang terletak dekat sekolah-sekolah di wilayah Johor.


Menteri Pendidikan Malaysia, Maszlee Malik, dalam pernyataannya mengumumkan bahwa sedikitnya 34 sekolah diliburkan terkait insiden itu. Perintah diliburkannya puluhan sekolah itu dilakukan sejak 7 Maret lalu.

"Sangat disayangkan, saya diberitahu hari ini bahwa situasinya semakin kritis," ujar Maszlee soal insiden keracunan massal ini.

"Saya memerintahkan seluruh sekolah dalam radius tiga kilometer diliburkan segera," tegas Maszlee dalam pernyataannya.


Kementerian Pendidikan Malaysia menyebut sejauh ini 207 orang dirawat di sejumlah rumah sakit setempat. Jumlah itu melonjak drastis sejak pekan lalu yang dilaporkan mencapai 35 orang. Beberapa orang di antaranya diketahui dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU).

Hingga Senin (12/3) waktu setempat, sekitar 44 orang masih menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat, dengan enam orang di antaranya dirawat di ICU. Dari jumlah itu, sebanyak 34 orang di antaranya merupakan anak-anak sekolah.

Para murid dan guru dilaporkan mengalami kesulitan bernapas akibat limbah beracun itu. Kantor berita Malaysia, Bernama, melaporkan bahwa hal itu dipicu uap metana yang muncul dari limbah kimia yang dibuang secara ilegal ke Sungai Kim Kim di Johor.


Kemunculan uap metana kembali memakan korban pada Senin (11/3) waktu setempat. Beberapa korban dilaporkan mengalami sesak napas dan muntah-muntah.

Kepala Menteri Johor, Osman Sapian, dalam pernyataannya menyebut insiden ini 'tidak diduga dan sangat disesalkan'. Osman menegaskan bahwa para pejabat lingkungan terus berkoordinasi dengan Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamat setempat dalam upaya pembersihan limbah beracun itu.

Tiga pria, termasuk dua pemilik pabrik, telah ditahan otoritas setempat pada Senin (11/3) waktu setempat atas kecurigaan membuang limbah kimia itu secara ilegal ke Sungai Kim Kim.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com