DetikNews
Senin 11 Februari 2019, 15:42 WIB

Malaysia-Singapura Bersitegang Usai Tabrakan Kapal di Perairan Sengketa

Novi Christiastuti - detikNews
Malaysia-Singapura Bersitegang Usai Tabrakan Kapal di Perairan Sengketa Momen saat kapal Malaysia bertabrakan dengan kapal berbendera Yunani di perairan sengketa (Singapore Police Force via Channel News Asia)
Singapura - Malaysia dan Singapura dilanda ketegangan setelah sebuah kapal milik pemerintah Malaysia bertabrakan dengan sebuah kapal berbendera Yunani di perairan yang menjadi sengketa kedua negara. Otoritas Malaysia diketahui menahan awak kapal berbendera Yunani itu usai tabrakan terjadi.

Seperti dilansir AFP, Senin (11/2/2019), kapal Malaysia bernama Polaris dan kapal muatan bernama Pireas itu bertabrakan di perairan Tuas, sebelah barat wilayah Singapura pada Sabtu (9/2) waktu setempat. Otoritas Malaysia kemudian menahan ABK kapal Pireas.

Baik Malaysia maupun Singapura sama-sama mengklaim bahwa tabrakan kapal itu terjadi di perairan mereka masing-masing. Insiden ini tidak memicu korban luka maupun berujung tumpahan minyak di lautan.

"Tabrakan antara MV Pireas dan kapal pemerintah Malaysia Polaris terjadi di perairan wilayah Singapura," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Singapura.

"Singapura menekankan seruan terhadap Malaysia untuk menarik kapalnya dari area itu, karena kehadiran kapalnya jelas memberikan ancaman bagi keselamatan navigasi di area tersebut," imbuh pernyataan itu.


Ditambahkan otoritas Singapura bahwa Malaysia harus bertanggung jawab atas setiap 'situasi tidak menguntungkan' yang muncul.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri Malaysia menegaskan: "Malaysia berkomitmen mengambil langkah-langkah yang pantas untuk mempertahankan integritas wilayah, kepentingan nasional dan keselamatan navigasi kapal."

Informasi soal kronologi insiden juga memiliki versi berbeda antara otoritas Singapura dan Malaysia. Disebutkan Otoritas Maritim Singapura bahwa insiden itu terjadi saat kapal berbendera Yunani berlayar menuju sebuah pelabuhan di wilayah Malaysia bagian selatan. Kapal itu juga telah diizinkan untuk melanjutkan pelayaran karena insiden yang terjadi tidak terlalu serius.

Versi otoritas Malaysia menyebut kedua kapal telah saling berkomunikasi sebelum tabrakan terjadi dan kapal berbendera Yunani itu menyatakan akan berlayar menjauhi kapal Malaysia.

Diketahui bahwa hubungan dua negara bertetangga ini mengalami pasang-surut dalam selama bertahun-tahun. Setelah Perdana Menteri Mahathir Mohamad -- yang sejak lama kritis terhadap Singapura -- memimpin Malaysia sejak pertengahan tahun lalu, hubungan kedua negara semakin memanas.


Ketegangan maritim meningkat setelah tahun lalu otoritas Singapura menuduh Malaysia memperluas klaim atas selat yang memisahkan kedua negara. Otoritas Singapura yang memiliki pelabuhan-pelabuhan tersibuk di dunia, menyebut kapal-kapal Malaysia berulang kali melanggar batas perairannya. Tuduhan itu disangkal mentah-mentah oleh Malaysia.


(nvc/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed