DetikNews
Jumat 08 Februari 2019, 19:49 WIB

AS dan Australia Sita Sabu Bernilai Rp 12,5 T dalam Operasi Gabungan

Novi Christiastuti - detikNews
AS dan Australia Sita Sabu Bernilai Rp 12,5 T dalam Operasi Gabungan Methamphetamine itu disembunyikan di dalam perangkat elektronik (Unknown/Australian Federal Police via CNN)
California - Otoritas Amerika Serikat (AS) menyita narkoba jenis methamphetamine atau sabu yang ditaksir bernilai US$ 911 juta (Rp 12,5 triliun) yang akan dikirimkan ke Australia. Penyitaan tersebut tercatat sebagai penyitaan narkoba terbesar di wilayah AS.

Seperti dilansir CNN, Jumat (8/2/2019), penyitaan ini dilakukan dalam operasi gabungan antara Kepolisian Federal AS dan Kepolisian Federal Australia.

Dituturkan Kepolisian Australia dalam pernyataannya bahwa sekitar 1,7 ton methamphetamine disita di wilayah California AS, pada 9 Januari lalu. Turut disita juga paket narkoba lainnya jenis kokain dan heroin yang jumlah lebih sedikit dari paket methamphetamine tersebut.


Foto-foto yang dirilis oleh pihak kepolisian menunjukkan methamphetamine itu disembunyikan di dalam puluhan perangkat elektronik yang dikemas dalam beberapa kotak papan kayu.

Methamphetamine seberat 1,7 ton itu ditaksir memiliki nilai pasaran sekitar AUS$ 1,29 miliar atau setara US$ 911 juta atau setara Rp 12,5 triliun. Paket methamphetamine itu juga tercatat sebagai pengiriman narkoba besar yang ditujukan ke wilayah Australia.

Pada Kamis (7/2) waktu setempat, Kepolisian Australia menangkap enam tersangka di Victoria dan New South Wales, yang diyakini ada di balik temuan paket methamphetamine yang mencetak rekor itu.

"Ratusan ribu dolar AS hasil tindak krimnal ini ditemukan saat dilakukan penggeledahan di Woodstock dan sekitar 6,5 kilogram (methamphetamine) ditemukan di sebuah properti di Keilor Downs," demikian pernyataan Kepolisian Australia pada Jumat (8/2) waktu setempat.

Methamphetamine itu disembunyikan di dalam perangkat elektronikMethamphetamine itu disembunyikan di dalam perangkat elektronik Foto: Unknown/Australian Federal Police via CNN

Enam tersangka yang ditangkap di Australia tidak disebut lebih lanjut identitasnya. Hanya disebutkan keenamnya disidang di Melbourne pada Jumat (8/2) waktu setempat.

"Dengan menghentikan kriminal ini, kami telah memastikan bahwa para pelaku kriminal tidak akan mendapatkan keuntungan dari rasa sakit besar yang disebabkan narkoba ini pada masyarakat kita," ucap juru bicara Unit Kriminal Terorganisasi pada Kepolisian Federal Australia.

Otoritas Kanada juga melakukan penggeledahan di Burnaby, British Columbia, sebagai bagian dari upaya membongkar sindikat kriminal internasional yang diyakini ada di balik penyelundupan narkoba tersebut.

Pelaksana tugas Duta Besar AS untuk Australia, James Carouso, menyatakan dalam pernyataannya bahwa: "Penyitaan bersejarah ini menyoroti betapa pentingnya kemitraan AS-Australia dalam melindungi warga Amerika dan warga Australia. Setiap hari, aparat penegak hukum AS dan Australia bekerja bersama-sama untuk menjaga kita semuanya tetap aman."


Menurut otoritas Victoria di Australia, sekitar 2 ton methamphetamine dikonsumsi di wilayah itu setiap tahunnya. "Menghilangkan 1,7 ton (methamphetamine) sebelum mencapai jalanan kami akan berdampak besar pada pasar gelap narkoba," sebut juru bicara Komisi Intelijen Kriminal Australia, Jason Halls.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed