DetikNews
Jumat 08 Februari 2019, 18:12 WIB

Putri Ubolratana Ungkap Alasan Mencalonkan Diri Jadi PM Thailand

Novi Christiastuti - detikNews
Putri Ubolratana Ungkap Alasan Mencalonkan Diri Jadi PM Thailand Putri Ubolratana Rajakanya saat mengikuti seremoni kremasi ayahnya mendiang Raja Bhumibol Adulyadej tahun 2017 lalu (REUTERS/Athit Perawongmetha/File Picture)
Bangkok - Putri Ubolratana Rajakanya, kakak perempuan dari Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, bersuara mengenai pencalonannya sebagai kandidat Perdana Menteri (PM) Thailand untuk pemilihan umum (pemilu) 24 Maret mendatang. Putri Ubolratana juga mengucapkan terima kasih atas dukungan publik untuk dirinya.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (8/2/2019), dalam pernyataan via akun Instagram-nya, Putri Ubolratana mengungkapkan alasan dirinya menerima pencalonan sebagai kandidat PM Thailand mewakili Partai Thai Raksa Chart.

"Saya telah melepaskan gelar kerajaan saya dan hidup sebagai warga biasa," ujar Putri Ubolratana dalam pernyataannya itu.

"Saya telah menerima pencalonan Partai Thai Raksa Chart sebagai Perdana Menteri untuk menunjukkan hak saya dan kebebasan tanpa keistimewaan apapun di atas warga Thailand lainnya di bawah Konstitusi," imbuhnya.


Partai Thai Raksa Chart merupakan partai yang didirikan para loyalis mantan PM Yingluck Shinawatra dan PM Thaksin Shinawatra yang kini mengasingkan diri. "Dewan partai setuju bahwa nama Putri Ubolratana, orang yang berpendidikan dan terampil, adalah pilihan yang paling cocok," ujar Ketua Partai Thai Raksa Chart, Preechapol Pongpanich, kepada para wartawan.

Pemilu Thailand yang dijadwalkan digelar 24 Maret mendatang akan menjadi pemilu pertama sejak pemimpin junta militer PM Prayuth Chan-O-Cha menggulingkan pemerintah sipil PM Yingluck Shinawatra hampir 5 tahun lalu. Prayuth sendiri dipastikan juga mencalonkan diri dalam pemilu mendatang.

Diketahui bahwa putri berusia 67 tahun yang memiliki nama lengkap Ubolratana Rajakanya Srivadhana Barnavadi ini, merupakan anak sulung mendiang Raja Bhumibol Adulyadej yang berkuasa selama 70 tahun dan meninggal dunia pada Oktober 2016.

Putri Ubolratana melepaskan gelar kerajaannya, Yang Mulia 'Chao Fa' yang berarti 'Wanita Langit', setelah menikah dengan seorang pria asal Amerika Serikat (AS) bernama Peter Ladd Jensen tahun 1972 silam. Dia kemudian tinggal di AS selama 26 tahun sebelum bercerai dengan suaminya pada tahun 1998.


Usai bercerai, Putri Ubolratana tetap tinggal di AS selama beberapa tahun sebelum akhirnya pulang ke Thailand. Di Thailand, Putri Ubolratana menjalankan tugas-tugas kerajaan namun tidak mendapatkan kembali gelar kerajaannya. Dia masih dianggap sebagai bagian dari keluarga kerajaan dan disebut sebagai 'Tunkramom Ying' yang berarti 'Putri Pemangku Ratu'. Dia mendapat pengawalan dan diperlakukan layaknya anggota kerajaan Thailand.

Diketahui juga bahwa Putri Ubolratana kuliah jurusan matematika dan bio-kimia di Massachusetts Institute of Technology (MIT) di AS dan mendapatkan gelar Master untuk jurusan Kesehatan Publik dari University of California di Los Angeles. Dengan pencalonannya ini, Putri Ubolratana mencetak sejarah karena sejak Thailand menjadi negara monarki konstitusional tahun 1932, belum pernah ada satupun anggota kerajaan yang menjadi Perdana Menteri.

Di sisi lain, pakar politik Universitas Naresuan Thailand, Paul Chambers, menilai pencalonan ini menjadi 'perkawinan mengejutkan' antara kelompok Kaos Merah, pendukung klan Shinawatra, dengan kelompok Kaos Kuning yang terdiri atas elite pendukung Kerajaan Thailand yang membenci Shinawatra. Chambers menilai Putri Ubolratana memiliki kekuatan untuk meredakan permusuhan sengit kedua kelompok yang telah berlangsung selama 20 tahun terakhir.

"Orang-orang berharap agar sang Putri menjadi cahaya di ujung terowongan gelap diktator otoriter di Thailand. Agar dia menjadi alat bagi kekuatan demokratis dalam memaksa junta menyerahkan kekuasaan dan kembali ke barak," tutur Chambers kepada CNN.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed