detikNews
Jumat 14 Desember 2018, 16:17 WIB

Malaysia Tahan 204 WNA Termasuk Beberapa WNI Terlibat Prostitusi

Novi Christiastuti - detikNews
Malaysia Tahan 204 WNA Termasuk Beberapa WNI Terlibat Prostitusi Ilustrasi (AFP PHOTO)
Kuala Lumpur - Otoritas imigrasi Malaysia menahan 204 warga negara asing (WNA) termasuk sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang kedapatan tinggal secara ilegal di negara tersebut. Beberapa WNI di antaranya bahkan dilaporkan terlibat aktivitas prostitusi di Malaysia.

Seperti dilaporkan kantor berita Bernama dan dilansir The Star, Jumat (14/12/2018), ratusan WNA itu diamankan dalam operasi penggerebekan di Kuala Lumpur dan Cyberjaya pekan ini. Operasi penggerebekan itu dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia Mohd Azis Jamman.

Direktur Jenderal (Dirjen) Departemen Imigrasi Malaysia, Mustafar Ali, menyatakan operasi penggerebekan pertama digelar di sejumlah rumah kongsi, semacam pondok, yang ada di wilayah Cyberjaya antara Rabu (12/12) malam hingga Kamis (13/12) kemarin.


Dituturkan Mustafar Ali bahwa ada 235 orang yang diamankan dalam penggerebekan pertama. Mereka yang diamankan berasal dari berbagai negara seperti Indonesia, China dan Bangladesh. Tidak semuanya ditahan oleh otoritas imigrasi Malaysia.

"Total 185 orang ditahan atas sejumlah pelanggaran imigrasi termasuk tidak memiliki dokumen perjalanan, overstay dan memiliki izin kerja yang sudah habis masa berlakunya," sebut Mustafar dalam pernyataannya.

Ditambahkan Mustafar, kebanyakan WNI yang tinggal secara ilegal di Malaysia itu membangun rumah kongsi secara ilegal di area perkebunan kelapa sawit di kawasan tersebut.


Penggerebekan kedua, sebut Mustafar, digelar di sebuah hotel di Jalan Loke Yew, Kuala Lumpur. Dalam penggerebekan kedua ini ditemukan aktivitas prostitusi yang melibatkan wanita-wanita asing dari Indonesia dan Thailand.

"Dalam penggerebekan, 18 wanita yang merupakan warga Indonesia dan warga Thailand, berusia 20-30 tahun, dan seorang pria asal Bangladesh yang mengelola tempat itu, telah ditahan," ucap Mustafar.

Modus operandi yang digunakan dalam aktivitas prostitusi itu, sebut Mustafar, adalah menggunakan media sosial untuk berkomunikasi atau mencari klien. Dalam penggerebekan kedua di Kuala Lumpur juga disita sejumlah barang termasuk kondom dan sebuah parang.

Semua pihak yang ditahan telah dibawa ke rumah tahanan imigrasi di Bukit Jalil. Lebih dari 200 personel imigrasi Malaysia dilibatkan dalam operasi penggerebekan ini.


Simak juga video 'Bawa 0,5 Kg Sabu, WN Malaysia Diamankan di Bandara Juanda':

[Gambas:Video 20detik]

Malaysia Tahan 204 WNA Termasuk Beberapa WNI Terlibat Prostitusi

(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com