DetikNews
Rabu 28 November 2018, 15:16 WIB

6 Jasad Ditemukan di Rumah di Jepang, Diduga Pembunuhan Massal

Novi Christiastuti - detikNews
6 Jasad Ditemukan di Rumah di Jepang, Diduga Pembunuhan Massal Ilustrasi (Thinkstock)
Tokyo - Otoritas Jepang mendapat temuan enam jenazah, termasuk seorang bocah perempuan, di dalam sebuah rumah di kota pegunungan Takachiho, Provinsi Miyazaki di Jepang. Temuan jenazah ini diselidiki sebagai dugaan pembunuhan massal.

Seperti dilansir CNN, Rabu (28/11/2018), rumah yang menjadi lokasi temuan itu diketahui dimiliki oleh seorang warga bernama Yasuo Iishoshi (72). Disebutkan kepolisian prefektur Miyazaki, temuan enam jenazah itu didapat setelah salah satu anggota keluarga melapor bahwa panggilan telepon ke rumah itu tidak ada yang menjawab.

Satu jenazah berjenis kelamin perempuan ditemukan di luar properti tersebut. Sedangkan dua jenazah perempuan lainnya dan tiga jenazah pria ditemukan di dalam rumah.

Jenazah-jenazah itu diidentifikasi sebagai Yasuo Iihoshi -- si pemilik rumah, Mihoko (66) -- istri Iihoshi, Yui (7) -- cucu Iihoshi, Mikiko (41) -- menantu Iihoshi dan Takumi (21) -- cucu Iihoshi. Menantu dan cucu-cucu Iihoshi merupakan anggota keluarga langsung dari putra kedua Iihoshi, Masahiro.


Jenazah keenam diidentifikasi sebagai Fumiaki Matsuoka (44) yang tak terkait dengan keluarga itu, namun diketahui merupakan teman dari Masahiro.

Masahiro sendiri dinyatakan hilang sejak enam jenazah itu ditemukan.

Penyebab kematian enam orang di rumah itu belum diketahui pasti. Laporan media-media lokal menyebut beberapa jenazah memiliki luka tusuk.

Selain temuan enam jenazah itu, kepolisian juga menemukan satu jenazah lainnya di bawah sebuah jembatan dekat Sungai Gokase. Identitas jenazah tersebut belum diungkapkan ke publik.


Diketahui bahwa Jepang yang menduduki peringkat pertama sebagai negara teraman di dunia, memiliki angka pembunuhan yang rendah. Kasus pembunuhan massal tergolong jarang di Negeri Matahari Terbit ini.

Dengan adanya aturan senjata api yang sangat ketat, serangan-serangan yang terjadi biasanya melibatkan pisau sebagai senjatanya.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed