DetikNews
Jumat 16 November 2018, 17:22 WIB

Wakil Presiden AS: Laut China Selatan Bukan Milik Satu Negara

Novi Christiastuti - detikNews
Wakil Presiden AS: Laut China Selatan Bukan Milik Satu Negara Mike Pence (REUTERS/Chris Wattie/File Photo)
Singapura - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence menyatakan Laut China Selatan bukan milik satu negara manapun. Ditegaskan Pence bahwa AS akan terus beraktivitas di perairan Laut China Selatan sejauh tidak melanggar hukum internasional.

Komentar Pence ini dinilai sebagai tantangan terhadap China yang mengklaim perairan strategis itu sebagai wilayahnya. Diketahui bahwa AS telah melakukan serangkaian pergerakan untuk mempraktikkan 'kebebasan navigasi' di perairan Laut China Selatan yang menjadi sengketa banyak negara. Aksi AS itu membuat China marah dan mengecam pergerakan AS yang dianggap mengancam kedaulatan wilayahnya.

"Laut China Selatan tidak dimiliki oleh satu negara manapun, dan bisa dipastikan: Amerika Serikat akan terus berlayar dan terbang di mana saja yang diizinkan oleh hukum internasional dan diinginkan oleh kepentingan nasional kami," tegas Pence seperti dilansir Reuters, Jumat (16/11/2018).


China, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan, semuanya mengklaim perairan Laut China Selatan sebagai wilayah mereka. Diketahui bahwa Laut China Selatan setiap tahunnya menjadi jalur pelayaran bagi komoditas perdagangan senilai US$ 3 triliun.

Di hadapan pemimpin negara-negara Asia Tenggara dalam pertemuan di Singapura pada Kamis (15/11) kemarin, Pence menegaskan tidak ada tempat untuk 'agresi' di kawasan Indo-Pasifik. Komentar ini bisa diinterpretasikan merujuk pada mencuatnya China.

Dalam pernyataannya, Pence juga mengkritik tindakan-tindakan China di Laut China Selatan. "Biar saya perjelas: militerisasi dan ekspansi wilayah oleh China di Laut China Selatan adalah ilegal dan berbahaya. Tindakan itu mengancam kedaulatan banyak negara dan membahayakan kemakmuran dunia," sebut Pence menurut transkrip pernyataannya yang dikutip Reuters.


Menanggapi komentar Pence, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, menyatakan tidak ada negara, termasuk AS, yang pernah menunjukkan bukti adanya masalah dengan mempraktikkan kebebasan navigasi atau penerbangan di Laut China Selatan.

"Jika boleh saya mengingatkan Anda, Pak Pence, bahwa Amerika Serikat belum meratifikasi Konvensi PBB Soal Hukum Laut (UNCLOS). Jika Amerika Serikat bisa segera meratifikasi dan mematuhi UNCLOS, maka saya pikir ini akan lebih menguntungkan bagi perlindungan perdamaian dan stabilitas di kawasan Laut China Selatan," sebut Hua dalam pernyataannya.

UNCLOS yang disepakati tahun 1982 menjelaskan bagaimana negara-negara dengan wilayah perairan diizinkan membangun kedaulatan atas wilayah lautan dan zona ekonomi eksklusif. China telah menandatangani dan meratifikasinya.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed