detikNews
Rabu 31 Oktober 2018, 10:28 WIB

Bos Gangster AS Whitey Bulger Tewas Dibunuh di Sel Penjaranya

Novi Christiastuti - detikNews
Bos Gangster AS Whitey Bulger Tewas Dibunuh di Sel Penjaranya James 'Whitey' Bulger dalam foto tahun 2011 (REUTERS/U.S. Marshals Service/U.S. Department of Justice/Handout/File Photo)
Virginia - Bos gangster paling terkenal di Amerika Serikat (AS), James 'Whitey' Bulger, ditemukan tewas di dalam sel penjaranya di West Birginia. Bulger yang berusia 89 tahun ini diduga kuat tewas dibunuh di dalam selnya.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Rabu (31/10/2018), Bulger (89) ditemukan tak sadarkan diri pada Selasa (30/10) pagi di dalam selnya di Hazelton Penitentiary, Bruceton Mills, West Virginia. Sehari sebelumnya, Bulger yang duduk di kursi roda ini baru dipindahkan ke penjara dengan keamanan tinggi itu.

Alasan pemindahan Bulger itu tidak diketahui pasti. Bulger sebelumnya ditahan di penjara federal di Oklahoma dan Tucson, Arizona.


Biro Penjara Federal AS, seperti dilansir CNN, menyebut Bulger dinyatakan tewas oleh pemeriksa media Preston County setelah upaya penyelamatan nyawa gagal dilakukan. Penyebab kematian Bulger belum diketahui pasti. Biro Investigasi Federal (FBI) tengah menyelidikinya.

"Langkah-langkah menyelamatkan nyawa segera dilakukan oleh staf yang merespons. Bulger akhirnya dinyatakan meninggal," sebut Biro Penjara Federal AS dalam pernyataannya. "Biro Investigasi Federal telah diberitahu dan penyelidikan telah dimulai," imbuh pernyataan itu.

Laporan menyebut bahwa tubuh Bulger terbungkus seprai saat ditemukan di dalam selnya. Laporan menyebut Bulger dipukuli sangat parah hingga darah keluar dari telinganya. Media ternama AS, The New York Times, menyebut Bulger dipukuli hingga 'tak dikenali' oleh sesama narapidana. Salah satu sipir penjara menyebut pantauan CCTV menunjukkan ada dua orang yang terlihat memasuki sel penjara Bulger.

Laporan Biro Penjara Federal AS juga menyebut tidak ada staf maupun narapidana lain yang mengalami luka-luka pada saat bersamaan. Salah satu sipir penjara menyebut Bulger tidak muncul saat jam sarapan, sehingga diduga dia dibunuh pada Selasa (30/10) pagi atau Senin (29/10) malam waktu setempat.


Bulger ditangkap tahun 2011 lalu setelah 16 tahun menjadi buronan. Pada Agustus 2013, Bulger dinyatakan bersalah atas 11 dakwaan pembunuhan, selain sejumlah dakwaan pidana lainnya. Dia dijatuhi vonis dua penjara seumur hidup ditambah vonis lima tahun penjara.

Bulger dan geng kriminalnya yang bernama 'Winter Hill' beroperasi selama lebih dari dua dekade di wilayah Boston Selatan. Kelompok ini terlibat praktik lintah darat, judi, pemerasan, pencucian uang, peredaran narkoba dan pembunuhan keji. Dalam persidangan, jaksa menyebut salah satu pembunuhan yang dilakukan Bulger melibatkan aksi penyiksaan selama berjam-jam sebelum menembak korban di kepala dengan senapan mesin.

Semua tindak kriminal ini dilakukan dengan sepengetahuan seorang agen FBI yang dikenal oleh Bulger sejak muda. Agen FBI bernama John J Connolly itu menjadikan Bulger sebagai informan FBI. Dengan kata lain, Bulger memberikan informasi soal para penjahat yang dicari FBI, terutama kelompok rival mafia Italia New England. Sebagai imbalan, Connolly 'melindungi' aktivitas Bulger dan geng kriminalnya.

Connolly sendiri telah diadili dan dijebloskan ke penjara atas berbagai tindak pidana, termasuk terlibat geng kriminal.


Selama hidup dalam pelarian, Bulger tinggal bersama kekasihnya, Catherine Greig dan menggunakan nama palsu. Keduanya ditangkap di Santa Monica, California. Greig telah diadili secara terpisah dan divonis 8 tahun penjara karena membantu buronan.

Kisah hidup Bulger menginspirasi sejumlah buku dan film, termasuk 'Black Mass', sebuah film biopic dengan bintang utama aktor Hollywood Johnny Depp sebagai sosok Bulger. Bulger juga menjadi inspirasi bagi karakter bos gangster yang diperankan Jack Nicholson dalam film pemenang Oscar 'The Departed' tahun 2006 karya sutradara ternama Martin Scorsese.


(nvc/rna)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com