DetikNews
Selasa 30 Oktober 2018, 16:50 WIB

84 Orang Tewas Keracunan Miras Oplosan di Iran

Novi Christiastuti - detikNews
84 Orang Tewas Keracunan Miras Oplosan di Iran Ilustrasi (AFP Photo/Joshua Lott)
Teheran - Sedikitnya 84 orang tewas akibat keracunan minuman keras (miras) oplosan di Iran. Insiden ini terjadi dalam jangka waktu enam pekan terakhir.

Dilaporkan kantor berita ISNA dan dilansir AFP, Selasa (30/10/2018), Kementerian Kesehatan Iran menyatakan bahwa total 84 orang tewas dan nyaris 1.000 orang keracunan miras oplosan dan ilegal.

Meskipun hukuman berat mengancam konsumsi miras di Iran, konsumsi miras ilegal atau yang diselundupkan masih marak.

Rentetan kasus keracunan miras oplosan mematikan yang biasa disebut moonshine ini pertama dilaporkan pada akhir September lalu dan semakin meluas di wilayah Iran.


Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Iraj Harirchi, menyebut sedikitnya 959 orang harus menjalani perawatan medis karena keracunan miras. Jumlah korban sebanyak ini disebut Harirchi sebagai 'sangat tidak biasa'.

Selain 84 orang dilaporkan tewas, sekitar 305 orang dirawat akibat kerusakan ginjal dan 27 orang lainnya mengalami kerusakan mata.

Disebutkan Harirchi bahwa penyebab utama dari insiden keracunan ini adalah penggunaan methanol yang beracun untuk menggantikan ethanol dalam miras oplosan itu. Beberapa orang telah ditangkap terkait insiden ini.

"Beberapa orang telah ditangkap terkait kasus ini dan orang-orang seharusnya tahu bahwa miras yang dikemas dan disegel dalam paket asing bisa dipalsukan dengan mudah," sebut Harirchi.


Kasus keracunan miras oplosan paling banyak dilaporkan terjadi di Provinsi Alborz dan Hormozgan.

Diketahui bahwa hanya anggota-anggota kelompok religius minoritas yang diakui pemerintah Iran yang memiliki hak untuk memproduksi atau membeli miras di Iran. Bagi mereka yang melanggar aturan miras di Iran bisa dihukum denda, dihukum cambuk atau dipenjara.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed