DetikNews
Jumat 12 Oktober 2018, 12:36 WIB

Presiden Venezuela Tuduh Pemerintahan Trump Berusaha Membunuhnya

Novi Christiastuti - detikNews
Presiden Venezuela Tuduh Pemerintahan Trump Berusaha Membunuhnya Nicolas Maduro (VENEZUELAN GOVERNMENT TV/Handout via REUTERS TV)
Caracas - Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuduh pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berupaya melakukan pembunuhan terhadap dirinya. Tuduhan ini dilontarkan Maduro saat hubungan kedua negara berada di titik rendah.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (12/10/2018), dalam tayangan televisi setempat pada Kamis (11/10) waktu setempat, Maduro menyebut AS telah meminta Kolombia, negara tetangga Venezuela, untuk membunuh dirinya.

"Mereka (Kolombia-red) diberi perintah dari Gedung Putih (AS) agar Maduro dibunuh," sebut Maduro dalam pernyataannya.

Ditegaskan Maduro bahwa 'mereka tidak akan bisa menyentuh satu helai pun rambut saya'.


Maduro tidak menjelaskan lebih lanjut soal tuduhannya itu dan tidak memberikan bukti untuk mendukung tuduhan itu. Diketahui bahwa insiden dua drone saat parade militer yang dipimpin Maduro pada Agustus lalu, diselidiki sebagai percobaan pembunuhan terhadap Presiden Venezuela itu.

Dalam pernyataannya, Maduro menyebut dirinya sebagai korban 'perang ekonomi' yang dipicu oleh musuh-musuh yang didukung AS. Maduro membantah dirinya membatasi kebebasan politik. Dia juga bersikeras menyebut bahwa para pemimpin oposisi yang juga didukung AS telah menyusun rencana pembunuhan dan berupaya menggulingkan dirinya melalui unjuk rasa sarat kekerasan di jalanan.

Saat ditanya soal tuduhan itu, Gedung Putih tidak memberikan komentar. Sedangkan oposisi Venezuela menyebut Maduro melontarkan tuduhan menggelikan itu untuk mengalihkan perhatian dari inkompetensi dirinya sendiri.

Diketahui bahwa nyaris 2 juta warga Venezuela melarikan diri ke negara lain sejak tahun 2015 demi menghindari kondisi memprihatinkan di negaranya sendiri. Venezuela dilanda kekurangan pangan dan obat-obatan secara masif, hiperinflasi dan maraknya tindak kriminal.


Otoritas AS menjatuhkan sejumlah sanksi untuk Venezuela, mengecam Maduro sebagai diktator yang mengabaikan HAM dan memicu runtuhnya perekonomian.

Pada Rabu (10/10) waktu setempat, Gedung Putih menuduh pemerintahan Maduro terlibat dalam kematian seorang politikus oposisi yang ditahan otoritas setempat. Pemerintah Venezuela menyebut politikus itu tewas bunuh diri, namun pihak oposisi menyebut dia dibunuh.


(nvc/hri)
Baca Juga
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed