detikNews
Selasa 09 Oktober 2018, 16:52 WIB

Jurnalis Arab Saudi Hilang, Tunangannya Beberkan Momen Terakhir

Novi Christiastuti - detikNews
Jurnalis Arab Saudi Hilang, Tunangannya Beberkan Momen Terakhir Jamal Khashoggi (Middle East Monitor/Handout via REUTERS/File Photo)
Istanbul - Tunangan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, yang menghilang usai masuk ke Konsulat Saudi di Istanbul, Turki mengenang momen-momen terakhir keduanya. Wanita Turki bernama Hatice Cengiz ini mengaku kini merasa ketakutan.

Khashoggi (59) menghilang sejak mendatangi Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober, untuk mengurus dokumen bagi pernikahannya dengan Cengiz. Saat itu, Cengiz ikut menemani Khashoggi namun tidak diizinkan masuk bersamanya. Dia pun menunggu di luar Konsulat Saudi namun Khashoggi tidak pernah keluar. Berbagai spekulasi pun berkembang, termasuk dugaan bahwa Khashoggi dibunuh di dalam gedung Konsulat Saudi.

"Saya tidak lagi merasa seperti saya benar-benar hidup. Saya tidak bisa tidur. Saya tidak bisa makan," sebut Cengiz dalam wawancara terbaru dengan media ternama Amerika Serikat (AS), The Washington Post, seperti dilansir pada Selasa (8/10/2018).

Sepekan setelah tunangannya menghilang tanpa jejak, Cengiz yang berusia 36 tahun ini bersedia diwawancara oleh The Washington Post, tempat Khashoggi bekerja sebagai kolumnis tetap. Khashoggi yang pergi dari Saudi dan mengasingkan diri ke AS untuk menghindari penangkapan, menjadi kontributor rubrik Global Opinions pada surat kabar The Washington Post.


Cengiz yang ketakutan dan kurang tidur didampingi dua polisi Turki saat diwawancara oleh The Washington Post di Istanbul. Kedua polisi itu ditugaskan untuk melindungi Cengiz. Diketahui bahwa Cengiz merupakan satu-satunya saksi yang terakhir melihat Khashoggi sebelum menghilang.

Dituturkan Cengiz, pada 2 Oktober lalu, dirinya sengaja tidak masuk kuliah untuk gelar doktor, demi menemani Khashoggi ke Konsulat Saudi pada pukul 13.00 waktu setempat. Keduanya berangkat naik taksi sambil membahas masa depan mereka. Cengiz menyebut bahwa ayahnya telah memberi restu setelah bulan lalu Khashoggi melamarnya.

Setibanya di Konsulat Saudi, Cengiz tidak diperbolehkan ikut masuk. Dia pun memutuskan akan menunggu Khashoggi di dekat pintu masuk. "Oke, sayangku," jawab Khashoggi saat itu, sebelum berbalik badan dan berjalan masuk ke dalam Konsulat Saudi.


Kedatangan Khashoggi ke Konsulat Saudi ini merupakan kunjungan kedua. Kunjungan pertama berjalan lancar sepekan sebelumnya dan Khashoggi diminta kembali ke Konsulat Saudi pada 2 Oktober. Khashoggi harus mengurus dokumen di Konsulat Saudi untuk membuktikan dirinya sudah bercerai, agar bisa menikahi Cengiz di Turki. Disebutkan Cengiz bahwa Khashoggi pada awalnya sempat merasa khawatir untuk mendatangi Konsulat Saudi. Namun setelah kunjungan pertama berjalan lancar, Khashoggi terlihat lebih santai pada kunjungan kedua.

Sekitar pukul 16.00 waktu setempat, Cengiz mulai khawatir saat Khashoggi tidak kunjung keluar. Dia merasa ada yang tidak beres. Cengiz memeriksa jam tutup Konsulat Saudi di internet dan tertulis pukul 15.30 waktu setempat. "Saat itulah saya mulai bertanya, 'Ke mana Jamal pergi?'," ucapnya. Cengiz mendekati petugas keamanan Konsulat Saudi dan bertanya: "Di mana Jamal?"

Dia juga menelepon Konsulat Saudi dan menanyakan hal yang sama. "Di mana Jamal? Saya menunggu di pintu masuk. Jamal masuk dan tidak keluar." Seorang pria muncul di pintu masuk dan menyatakan: "Tidak ada siapa-siapa di dalam."


Cengiz pun ingat bahwa Khashoggi sempat berpesan pada dirinya untuk menghubungi seorang penasihat Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, jika sesuatu terjadi padanya. Cengiz menelepon penasihat Erdogan itu dan melaporkan hal ini pada kepolisian setempat.

Sejak saat itu, Cengiz sudah dua kali dimintai keterangan oleh polisi Turki, namun tidak juga mendapat jawaban soal keberadaan tunangannya. Cengiz sama sekali tidak diberitahu apakah tunangannya masih hidup atau sudah mati.

"Sebagai tunangannya, sebagai seseorang yang dekat dengan Jamal dan jatuh cinta dengan Jamal, saya menunggu informasi dari pemerintahan saya soal apa yang terjadi terhadapnya. Di mana Jamal?" ucapnya. "Menjadi tanggung jawab Arab Saudi untuk menjelaskan dan membuktikan bagaimana Jamal telah keluar dan dari mana dan kapan," imbuh Cengiz.


Hingga kini, Cengiz masih meyakini tunangannya itu masih hidup, hingga ada bukti yang menyatakan sebaliknya. "Saya tidak putus harapan. Saya harap kita bisa segera mengetahui apa yang terjadi padanya, dan saya masih berharap bahwa dia masih hidup. Tapi saya perlu tahu, di mana Jamal? Saya harus tahu apa yang terjadi padanya," tandasnya.


Saksikan juga video 'Jurnalis Saudi Hilang di Turki Picu Emosi Erdogan dan Trump':

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed