DetikNews
Rabu 12 September 2018, 17:02 WIB

Pengacara Skandal Watergate Yakin Trump Bakal Dimakzulkan

Novi Christiastuti - detikNews
Pengacara Skandal Watergate Yakin Trump Bakal Dimakzulkan Donald Trump (BBC World)
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak diragukan lagi akan dimakzulkan. Hal itu disampaikan oleh Andrew Hall, penasihat hukum top yang pernah mendampingi mantan Presiden AS Richard Nixon dalam skandal Watergate.

Seperti dilansir Press TV, Rabu (12/9/2018), dalam wawancara terbaru dengan The Independent, Hall menyebut dirinya seperti melihat sejarah terulang dengan sendirinya dengan Trump menjabat Presiden AS. Terlebih saat ini semakin banyak mantan penasihat dan ajudan Trump terjerat penyelidikan dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan presiden (pilpres) tahun 2016, yang dipimpin penasihat khusus Robert Mueller.

"Menutup-nutupi selalu jauh lebih buruk dari tindak kriminal," sebut Hall kepada The Independent. "Dan yang satu ini sangat tidak bisa dipercaya. Kita memiliki seorang presiden yang masih menjabat yang tak akan diragukan lagi, akan dimakzulkan," tegasnya.


"Gagasan untuk mempersiapkan seorang saksi sendiri adalah gagasan yang baik, tapi fakta bahwa dirinya tidak mampu untuk jujur sepanjang ujian cukup mengerikan," imbuh Hall dalam pernyataannya.

"Ini mengangkat banyak isu. Jika seorang pengacara mengetahui kliennya tidak mengatakan kebenaran, dia tak bisa hanya duduk dan membiarkan itu terjadi, dia tidak bisa berpartisipasi dan dia harus menjauhkan dirinya dari aktivitas itu... jika tidak, mereka kehilangan lisensi mereka karena memfasilitasi sumpah palsu," cetus Hall.

Pekan lalu, Wakil Presiden AS Mike Pence menyebut bahwa Trump kemungkinan akan menghadapi pemakzulan jika anggota parlemen dari Partai Demokrat mendominasi House of Representatives (HOR) setelah pemilu sela untuk kongres digelar pada November mendatang.


Menurut Hall, dalam wawancara dengan The Independent, pemilu sela pada November memiliki dampak besar untuk mengetahui kelanjutan hal ini. "Jika Demokrat menguasai Senat, atau cukup untuk membalikkan dominasi Republik, maka akan terjadi pemakzulan yang sukses," sebutnya.

Skandal Watergate merupakan skandal konspirasi tahun 1970-an yang memaksa Presiden AS saat itu, Richard Nixon, mengundurkan diri. Skandal ini terbongkar usai perampokan kantor Komisi Nasional Demokrat di Watergate, Washington DC tahun 1972 dan berujung pada terungkapnya konspirasi politik yang juga diketahui Nixon.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed