DetikNews
Rabu 11 Juli 2018, 17:28 WIB

Usai Selamatkan 12 Remaja Thailand, Dokter Ini Dapat Kabar Duka

Novi Christiastuti - detikNews
Usai Selamatkan 12 Remaja Thailand, Dokter Ini Dapat Kabar Duka Richard Harris (Facebook/Richard Harris)
Adelaide - Richard Harris, seorang dokter asal Australia yang selalu memeriksa kondisi 12 remaja Thailand yang terperangkap di gua, mendapat kabar duka usai menyelesaikan misi penyelamatan. Harris mengetahui ayahnya meninggal dunia setelah keluar gua bersama rombongan terakhir.

Seperti dilansir AFP, Rabu (11/7/2018), Harris atau yang biasa dipanggil Harry secara khusus diminta oleh para pakar untuk terlibat dalam misi penyelamatan 12 remaja Thailand dan pelatihnya ini. Sosoknya sangat penting karena dia yang memeriksa kondisi kesehatan para remaja untuk kemudian memberi lampu hijau dimulainya misi penyelamatan.

Harris yang dokter anestesi ini, juga seorang spesialis medis bidang ekspedisi dan operasi penyelamatan. Tidak hanya itu, dia juga seorang penyelam berpengalaman selama puluhan tahun dan terlibat dalam penjelajahan menyelam di gua Australia, China, Pulau Christmas hingga Selandia Baru.


Saat misi penyelamatan tahap akhir selesai dilakukan pada Selasa (10/7) malam, Harris dilaporkan menjadi orang terakhir yang keluar dari gua. Harris merupakan bagian dari tim Australia beranggotakan 20 orang yang dikerahkan ke gua Tham Luang di Chang Rai, tempat 12 remaja Thailand beserta pelatih sepakbola mereka terperangkap.

Demi ikut serta dalam misi di Thailand, Harris rela membatalkan rencana liburannya bersama keluarga. Media-media Australia menyebut Harris mempertaruhkan nyawanya dengan menyelam sejauh 4 kilometer ke dalam gua Tham Luang yang digenangi air, demi mencapai remaja-remaja itu.

Dilaporkan televisi Australia, ABC, Harris-lah yang menentukan urutan remaja yang mana dulu yang harus dievakuasi keluar. Dengan dikawal penyelam, satu per satu remaja Thailand berhasil diselamatkan dalam misi yang berlangsung tiga tahap sejak Minggu (8/7) lalu.


Saat keberhasilan penyelamatan para remaja dan pelatihnya ini memicu euforia global, kabar duka menyelimuti dokter asal Adelaide ini. Harris mengetahui ayahnya yang ada di Australia telah meninggal dunia.

"Dengan kesedihan besar, saya mengonfirmasi bahwa ayah Harry meninggal dunia semalam, sesaat setelah kesuksesan operasi penyelamatan di Thailand," tutur Kepala Dinas Klinik SAAS MedSTAR, Andre Perace. SAAS MedSTAR merupakan tempat Harris bekerja.

"Saya telah berbicara dengan Harry. Ini jelas menjadi masa berkabung bagi keluarga Harry, dengan diwarnai beban fisik dan emosi menjadi bagian dari operasi penyelamatan yang rumit namun sukses pekan ini," imbuhnya.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed