detikNews
Jumat 25 Mei 2018, 11:05 WIB

Militernya Dituduh Tembak Jatuh MH17, Ini Tanggapan Rusia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Militernya Dituduh Tembak Jatuh MH17, Ini Tanggapan Rusia bangkai pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh (Foto: REUTERS/Michael Kooren)
Moskow - Para penyidik internasional telah mengidentifikasi bahwa rudal yang menyebabkan jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di wilayah Ukraina timur pada tahun 2004 adalah berasal dari unit militer Rusia. Pemerintah Rusia merespons pernyataan tersebut.

"Tidak satu pun peluncur rudal pertahanan udara dari Angkatan Bersenjata Rusia pernah melintasi perbatasan Rusia-Ukraina," demikian disampaikan kantor berita Rusia, TASS yang mengutip Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan.




Pesawat Malaysia Airlines MH17 terkena rudal antipesawat 'Buk' buatan Rusia pada 17 Juli 2014 di atas wilayah yang dikuasai para separatis pro-Rusia. Keseluruhan penumpang dan kru yang berjumlah 296 orang tewas dalam peristiwa itu. Dua pertiga korban tewas merupakan warga negara Belanda.

"Buk yang digunakan berasal dari militer Rusia, brigade ke-53," ujar Kepala Penyidik Belanda Fred Westerbeke kepada kantor berita Reuters, Jumat (25/5/2018). "Kami tahu itu digunakan, namun orang-orang yang bertanggung jawab atas Buk ini, kami tidak tahu," imbuhnya.

Para penyidik meminta publik untuk membantu mengidentifikasi kru yang mengoperasikan rudal tersebut dan menentukan seberapa tinggi rantai komando yang memberikan perintah serangan rudal.


Dituturkan Westerbeke, para penyidik belum siap mengungkapkan identitas para invididu yang menjadi calon tersangka, secara publik atau merilis dakwaan. Pertanyaan soal apakah anggota Brigade ke-53 berperan aktif dalam aksi menembak jatuh MH17 juga masih diselidiki lebih lanjut.

"Federasi Rusia tidak membantu kami dalam memberikan informasi yang kami sampaikan secara terbuka hari ini," ujar Westerbeke pada Kamis (24/5) waktu setempat. "Mereka tidak memberikan kami informasi ini, meskipun sebuah Buk dari pasukan militer mereka digunakan," imbuhnya.

Sebelumnya, dalam pernyataan tahun lalu, Kementerian Luar Negeri Belanda menyatakan bahwa tersangka yang diidentifikasi dalam penembakan jatuh MH17, nantinya akan diadili di pengadilan Belanda dan di bawah hukum Belanda.



Tonton juga 'Video Penangkapan Pria yang Coba Masuk Kokpit Malaysia Airlines':

[Gambas:Video 20detik]


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com