DetikNews
Rabu 16 Mei 2018, 19:02 WIB

KBRI Kamboja Gelar Doa Bersama untuk Korban Bom Surabaya

Novi Christiastuti - detikNews
KBRI Kamboja Gelar Doa Bersama untuk Korban Bom Surabaya Doa bersama KBRI Phnom Penh bersama WNI di perbatasan Kamboja untuk korban bom di Indonesia (dok. KBRI Phnom Penh)
Phnom Penh - KBRI Phnom Penh di Kamboja menggelar doa bersama 'Pray for Indonesia' sebagai wujud solidaritas dan duka cita yang mendalam kepada korban ledakan bom di Jawa Timur. Doa bersama dihadiri ratusan WNI yang berdomisili atau bekerja di Poi Pet, Kamboja.

"Pada kesempatan ini, saya ingin mengajak Bapak dan Ibu semua untuk sejenak memanjatkan doa bersama bagi saudara kita yang telah menjadi korban ledakan bom di Surabaya, Sidoarjo, dan sebelumnya di Mako Brimob beberapa waktu lalu. Kita juga mendoakan agar Indonesia tetap aman dan tentram," ucap Dubes RI untuk Kamboja, Sudirman Haseng, saat memimpin doa bersama.

Demikian disampaikan KBRI Phnom Penh dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Rabu (16/5/2018). Doa bersama ini digelar Selasa (15/5), saat mengawali kegiatan Sosialisasi Pemilu 2019 dan Warung Konsuler di wilayah perbatasan Kamboja-Thailand yang berjarak lebih dari 400 km dari Phnom Penh.

Selain di Poi Pet, KBRI Phnom Penh bersama Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) juga menyelenggarakan Sosialisasi Pemilu 2019 dan Warung Konsuler bagi WNI di Bavet, yang ada di perbatasan Kamboja-Vietnam dan berjarak 3 jam perjalanan darat dari Phnom Penh, pada 11 Mei.

Dalam sambutannya, Dubes Sudirman menyampaikan pesan dan harapan bagi WNI di Poipet dan Bavet. "Saya ingin agar teman-teman tetap menjaga kekompakan, persatuan, saling bantu sesama WNI di luar negeri, mematuhi peraturan setempat dan lapor diri segera ke KBRI, serta senantiasa menjaga nama baik Indonesia dimanapun berada," harapnya.


Perwakilan masyarakat dari Poi Pet, Arifin, pun mengucapkan terima kasih. "Terima kasih atas perhatian Bapak Dubes RI yang telah mengunjungi kami, masyarakat Indonesia di Poi Pet," ucapnya.

Sedangkan perwakilan masyarakat Indonesia dari Bavet, Joko Maryono, menyampaikan hal senada. "Kami sangat senang dengan kunjungan Bapak Dubes RI, dan berharap KBRI bisa sering-sering berkunjung menengok kami di sini," ujarnya.

Secara umum masyarakat Indonesia di Kamboja menyampaikan harapannya agar pemerintah Indonesia kiranya dapat terus meningkatkan dan memberikan layanan kepada warganya tanpa membeda-bedakan latar belakang pekerjaan atau profesi mereka, apalagi saat keberangkatan dan kepulangan mereka ke tanah air.

Dalam dua kegiatan warung konsuler di dua kota tersebut, tercatat sekitar 92 WNI melaporkan diri langsung kepada KBRI. Sedangkan untuk kegiatan Coklit Pemilu 2019 di kedua kota tersebut, PPLN Phnom Penh mencatat sekitar 1.200 orang WNI telah mendaftarkan diri.

Sebagai informasi, Bavet merupakan kota terbesar di Provinsi Svay Rieng dan salah satu Special Economic Zone di Kamboja. Sedangkan Poi Pet merupakan kota yang dikenal banyak tempat kasino, berada di Provinsi Banteay Meanchey, yang berbatasan langsung dengan Thailand sebagai penghubung antara kota Siem Reap dan Bangkok.


Berdasarkan catatan KBRI Phnom Penh, terdapat sekitar 1.300 WNI yang berdomisili di wilayah Poi Pet dan Bavet, yang sebagian besar bekerja di bidang hotel entertainment dan pemilik resto makanan Indonesia.



Saksikan video Paus Fransiskus yang juga berdoa untuk para korban bom bunuh diri di gereja Surabaya:


(nvc/bpn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed