DetikNews
Selasa 15 Mei 2018, 15:55 WIB

Bukti Najib Terima Dana 1MDB Diabaikan Jaksa Agung Malaysia

Novi Christiastuti - detikNews
Bukti Najib Terima Dana 1MDB Diabaikan Jaksa Agung Malaysia Eks PM Malaysia Najib Razak berulang kali membantah dirinya terlibat skandal korupsi 1MDB (REUTERS/Erik De Castro)
FOKUS BERITA: Najib Razak Ditangkap
Kuala Lumpur - Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) ternyata telah menemukan bukti yang menunjukkan mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak menerima aliran dana yang diselewengkan dari 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Namun bukti itu diabaikan Jaksa Agung era pemerintahan Najib.

Hal ini diungkap salah satu anggota panel yang mengkaji ulang dokumen kasus skandal mega korupsi 1MDB kepada Reuters, Selasa (15/5/2018). Diungkapkan anggota panel bernama Lim Chee Wee ini, MACC mendapat bukti itu pada akhir tahun 2015 lalu, saat Najib masih berkuasa.


Bukti itu menunjukkan aliran dana sebesar US$ 10,6 juta atau setara 42 juta ringgit (Rp 146 miliar) dari 1MDB ditransfer ke sebuah rekening milik Najib. Dana itu tepatnya berasal dari SRC International yang merupakan unit perusahaan 1MDB, perusahaan investasi negara yang didirikan Najib.

Dalam wawancara dengan Reuters, Lim menyebut MACC telah menyerahkan bukti itu kepada Jaksa Agung saat itu, Mohamed Apandi Ali. Namun menurut Lim, Mohamed Apandi enggan menyelidiki lebih lanjut meski telah disodori bukti.

"AG (Jaksa Agung-red) menolak untuk menyelidiki lebih lanjut meskipun ada bukti yang menunjukkan Najib telah menerima, baik langsung atau tidak langsung, dana 42 juta ringgit dari SRC," sebut Lim yang seorang pengacara.


Dituturkan Lim dan seorang anggota panel lainnya, P Sundramoorthy yang seorang kriminolog dari Malaysian Science University, Mohamed Apandi juga berkali-kali menolak permintaan MACC yang ingin mencari bantuan pemerintahan negara lain untuk melacak dana 1MDB yang hilang. Menurut Lim, MACC kesulitan melacak dana 1MDB yang diselewengkan karena dana itu mengalir ke luar Malaysia.

Selain mengabaikan bukti dan menolak permintaan MACC, Mohamed Apandi juga menyatakan Najib bersih dari skandal 1MDB pada 2016 lalu. Penyelidikan skandal 1MDB diakhiri begitu saja tanpa kejelasan. Padahal, sebut Lim, panel pengkajian ulang menilai penyelidikan 1MDB tidak seharusnya disetop karena ada bukti dan informasi yang mendorong kasus itu diselidiki lebih lanjut.

"Kekecewaan terbesar bagi kami adalah Apandi. MACC sangat profesional, mereka melakukan tugas yang sangat baik. Tapi tangan mereka diikat oleh AG (Jaksa Agung-red)," tandas Lim. Panel beranggotakan delapan orang, termasuk Lim, ditugaskan mengkaji dokumen-dokumen 1MDB sejak awal tahun 2016. MACC membentuk panel ini sebagai prosedur, terutama setelah rekomendasi ke Mohamed Apandi ditolak.


Mohamed Apandi yang menjabat sebagai Jaksa Agung Malaysia dari Juli 2015 hingga Mei 2018, telah dicopot oleh pemerintahan baru Malaysia yang dipimpin PM Mahathir Mohamad. Saat dihubungi Reuters, Mohamed Apandi menolak berkomentar. Sedangkan MACC belum memberi tanggapannya.

PM Mahathir telah berjanji untuk menyelidiki skandal korupsi 1MDB dan menindak tegas setiap pihak yang terlibat. Mahathir sebelum menyebut Malaysia perlu menghubungi banyak negara untuk menyelidiki 1MDB. Setidaknya ada enam negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Swiss, yang masih menyelidiki dugaan dana US$ 4,5 miliar yang diduga diselewengkan dari 1MDB dan digunakan untuk membeli aset di berbagai negara.

Najib yang lengser setelah kalah dalam pemilu 9 Mei lalu, secara konsisten membantah dirinya melakukan pelanggaran hukum terkait skandal korupsi 1MDB. Najib sebelumnya bersikeras menyebut aliran dana US$ 681 juta yang ditransfer ke rekening pribadinya sebagai donasi dari anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi. Aliran dana US$ 10,6 juta ini terlepas dari dana yang diklaim dari Saudi itu.


Mahathir akui cegah Najib dan istrinya keluar negri, tonton videonya:


(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Najib Razak Ditangkap
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed