DetikNews
Selasa 17 April 2018, 10:30 WIB

Suriah Mengklaim Berhasil Tembak Jatuh Sejumlah Rudal di Homs

Novi Christiastuti - detikNews
Suriah Mengklaim Berhasil Tembak Jatuh Sejumlah Rudal di Homs Ilustrasi -- Seorang tentara Suriah sedang memeriksa artileri di Homs (AFP PHOTO)
Damaskus - Sistem pertahanan udara Suriah berhasil menembak jatuh sejumlah rudal yang mengudara di atas wilayah Provinsi Homs. Serangan rudal itu dilaporkan menargetkan pangkalan udara rezim Suriah.

Seperti dilansir AFP, Selasa (17/4/2018), kantor berita Suriah yang melaporkan hal itu, tidak memberikan rincian soal serangan rudal di wilayah Suriah itu. Tidak jelas siapa yang menembakkan rudal itu.

Televisi nasional Suriah menyebut serangan rudal di wilayahnya pada Senin (16/4) malam waktu setempat itu sebagai 'agresi'.


Organisasi pemantau konflik Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, melaporkan enam suara ledakan besar terdengar di dua lokasi. Lokasi pertama ada di dekat Pangkalan Udara Al Shayrat, yang terletak di Homs sebelah tenggara. Lokasi kedua ada di wilayah Qalamoun dekat Damaskus, yang menjadi dua lokasi pangkalan udara Suriah lainnya.

Direktur Syrian Observatory, Rami Abdel Rahman, menyebut beberapa rudal yang ditembakkan itu tidak mengenai pangkalan udara Suriah.

Laporan menyebut bahwa serangan rudal itu dilancarkan oleh Israel, namun juru bicara militer Israel menyatakan: "Saya tidak menyadari adanya insiden semacam itu."


Dalam keterangan terpisah, juru bicara Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), Heather Babb, menyatakan AS tidak ada operasi militer di area Homs dan Damaskus. "Tidak ada operasi AS atau koalisi di area tersebut," tegasnya.

Serangan rudal ini terjadi beberapa hari usai AS, Inggris dan Prancis melancarkan serangan rudal ke Suriah pada Sabtu (14/4). Serangan itu dilakukan sebagai respons atas dugaan serangan kimia di Douma yang menewaskan puluhan warga sipil. Rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dituduh mendalangi serangan tersebut.

Sementara itu, pada April 2017, pangkalan udara Al Shayrat diserang puluhan rudal Tomahawk milik AS. Serangan itu diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump sebagai balasan atas dugaan serangan kimia di kota Khan Sheikhun, Idlib, yang menewaskan banyak warga sipil. Saat itu Pentagon menegaskan bahwa intelijen AS memiliki keyakinan bahwa pangkalan udara Al Shayrat menjadi tempat landasan bagi serangan kimia rezim Suriah.

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed