DetikNews
Senin 16 April 2018, 12:00 WIB

Cerita Pilu Anak di Suriah Berjuang saat Kena Serangan Kimia

Niken Purnamasari - detikNews
Cerita Pilu Anak di Suriah Berjuang saat Kena Serangan Kimia Foto: Masa, bocah Suriah yang kena serangan kimia. (dok. BBC)
Douma - Anak-anak di Suriah tengah mengalami kondisi memilukan. Mereka terkena serangan kimia yang diluncurkan pada Sabtu (7/4) lalu dan mengancam nyawa.

Salah satu cerita pilu dibagikan oleh anak Suriah, Masa (7). Dia adalah salah satu bocah yang terlihat dalam video yang dirilis olehpihak oposisi.

Meski sempat berhadapan dengan maut, kondisi Masa kini sudah membaik. Bahkan dia menceritakan detik-detik serangan yang menegangkan tersebut sambil tersenyum.



"Kami sedang berada di Douma. Kami berada di basement ketika serangan terjadi. Lalu tiba-tiba saja mereka menjatuhkan barel dan itu tidak meledak. Tapi menimbulkan suara 'feeeshh'," tutur Masa sambil menirukan suara dari barel yang jatuh ke tempatnya, dilansir video BBC, Senin (16/4/2018).

Setelah itu, Masa beserta keluarga dan anak-anak lainnya naik ke lantai atas untuk menjauhi serangan gas kimia. Saat naik, Masa sempat terjatuh.



"Saya terjatuh dan kesulitan untuk ke atas. Ibu saya berkata ke paman saya 'putri saya, putri saya'. Paman saya datang dan membawa saya. Dia membawa pakaian basah dan membawa saya naik ke atas," cerita Masa.

"Kami pergi ke titik medis yang berada di ujung lorong. Ada tiga dokter datang. Satu membawa saya dan satu dokter lainnya membawa saudara saya dan berlari. Pertama mereka membawa saya ke tempat medis dan menyirami kami dengan air. Mereka menyemproti kami dan menyuntik kami," lanjutnya.

Tak berhenti sampai di situ kegetiran dan insiden pilu yang dialami Masa. Saat ingin tidur, dia kembali mendengar suara ledakan.

"Ada pesawat yang meledak jadi kami tertutup oleh debu. Kami kembali ke basement dan melihat banyak syuhada yang tewas. Bukannya menghirup udara, kami malah mencium bau darah di mana-mana," ungkap Masa.



Serangan kimia yang diduga dilakukan rezim Presiden Bashar al-Assad itu telah menewaskan lebih dari 70 orang. Serangan tersebut menuai kritik keras dari dunia. Organisasi Kerja sama Islam (OKI) mengutuk serangan ke distrik Douma, Ghouta.

"Saya mengutuk serangan-serangan Bashar al-Assad terhadap warga sipil yang tak berdaya," tegas Sekjen OKI, Yousef bin Ahmed Al-Othaimeen, seperti dilansir media Turki, Anadolu Agency, Senin (9/4/2018).
(nkn/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed