DetikNews
Kamis 12 April 2018, 17:20 WIB

Anggota Parlemen India Dituduh Perkosa Remaja 16 Tahun

Novi Christiastuti - detikNews
Anggota Parlemen India Dituduh Perkosa Remaja 16 Tahun Kuldeep Singh Sengar (NDTV)
New Delhi - Kepolisian India sedang menyelidiki dugaan pemerkosaan seorang remaja 16 tahun oleh seorang anggota parlemen berpengaruh. Anggota parlemen yang sedang diselidiki itu berasal dari partai berkuasa, Partai Bharatiya Janata Party (BJP) yang menaungi Perdana Menteri India Narendra Modi.

Seperti dilansir AFP, Kamis (12/4/2018), anggota parlemen bernama Kuldeep Singh Sengar bersama sejumlah saudara laki-lakinya dituduh memperkosa seorang remaja putri berusia 16 tahun di distrik Unnao, wilayah Uttar Pradesh, yang merupakan wilayah konstitusi Sengar.

Sengar yang berusia 51 tahun ini merupakan politikus berpengaruh di wilayah Uttar Pradesh.


Kepolisian setempat awalnya menolak menyelidiki kasus ini, hingga akhirnya pada Rabu (11/4) malam, Kepala Menteri Uttar Pradesh mengeluarkan perintah agar penyelidikan dilakukan. Penyelidikan kasus ini diserahkan kepada para penyidik federal di Biro Investigasi Pusat atau CBI.

"Sebuah kasus telah didaftarkan terhadap dia (Sengar-red) dan sekarang CBI akan memutuskan tindakan apa yang perlu diambil," ujar Kepala Kepolisian Uttar Pradesh, Om Prakash Singh, dalam konferensi pers.

Tindak pemerkosaan yang disertai aksi penculikan terhadap remaja 16 tahun itu terjadi Juni 2017 lalu. Kasus ini menjadi pemberitaan besar-besaran di India, setelah ayah korban tewas pekan lalu. Dilaporkan bahwa ayah korban tewas akibat luka-luka yang dideritanya saat ditahan polisi setempat.


Pada Minggu (8/4) lalu, korban dilaporkan berusaha membakar dirinya sendiri di luar kediaman Kepala Menteri Uttar Pradesh. Korban menyebut ayahnya ditangkap dan disiksa polisi karena mendorong polisi untuk menyelidiki kasus pemerkosaan ini.

Terhadap kasus yang menjeratnya, Sengar yang sudah empat kali menjadi anggota parlemen India ini, membantah seluruh tudingan. "Saya seorang pekerja BJP yang disiplin. Saya tidak bersalah. Saya dilibatkan," ucap Sengar kepada wartawan di Lucknow, ibu kota wilayah Uttar Pradesh yang dikenal marak akan pelanggaran hukum.

Menanggapi hal ini, kelompok HAM, Amnesty India mengecam otoritas setempat atas penyelidikan yang lamban terhadap kasus ini. "Harus ada penyelidikan segera, independen dan tidak memihak terhadap praktik pelanggaran ini, dan otoritas setempat harus mengambil semua langkah untuk memastikan bahwa korban dan keluarganya dilindungi dari pelecehan lebih lanjut," tegas Asmita Basu dari Amnesty India.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed