DetikNews
Kamis 22 Maret 2018, 19:54 WIB

Mundur, Presiden Peru Terancam Diadili Atas Suap

Novi Christiastuti - detikNews
Mundur, Presiden Peru Terancam Diadili Atas Suap Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski saat mengumumkan pengunduran diri (Peruvian Government Palace/Handout via REUTERS)
Lima - Presiden Peru, Pedro Pablo Kuczyncki, mundur dari jabatannya di tengah ancaman pemakzulan. Usai mundur, Kuczyncki terancam diadili atas dugaan penyuapan dari perusahaan konstruksi Brasil.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Kamis (22/3/2018), Kuczynski (79) yang mantan bankir Wall Street ini diduga menerima suap dari perusahaan raksasa konstruksi Brasil, Odebrecht, saat dirinya menduduki posisi senior pemerintahan lebih dari satu dekade lalu.

[Gambas:Video 20detik]


Skandal suap ini mencuat setelah pihak Odebrecht mengaku pernah mengalirkan dana jutaan dolar Amerika dalam bentuk suap dan hadiah untuk sejumlah politikus dan pengusaha Peru, demi mengamankan kontrak proyek publik. Kuczynski telah menyangkal tudingan menerima suap itu.


Muncul skandal baru pekan ini, saat Kuczsynki dituding berupaya 'membeli' voting anggota Kongres saat voting pemakzulan yang rencananya akan digelar Jumat (23/3) besok. Dalam pernyataannya pada Rabu (21/3), dia menyebut pengunduran dirinya ini sebagai 'hal terbaik untuk negara ini'.

"Dihadapkan pada situasi sulit ini yang secara tidak adil membuat saya tampak bersalah, saya pikir hal yang terbaik bagi negara ini adalah saya mengundurkan diri dari posisi kepresidenan republik ini," ucap Kuczynski dalam pernyataannnya yang ditayangkan televisi lokal. Saat menyampaikan pernyataan mundur ini, Kuczynski didampingi oleh anggota kabinetnya yang berdiri di belakangnya dengan raut wajah sedih.

"Saya tidak ingin menjadi sebuah hambatan, tidak ingin negara ini terus menderita tanpa kepastian seperti beberapa waktu terakhir," imbuhnya.


Pengunduran diri ini telah diterima oleh Kongres Peru. Selanjutnya, Wakil Presiden, Martin Vizcarra, yang kini juga menjabat Duta Besar Peru untuk Kanada, akan menggantikan Kuczynski. Vizcarra dilantik pada Jumat (23/3) siang waktu setempat.

Dalam pernyataan terpisah, seorang sumber peradilan Peru, menyatakan jaksa telah meminta hakim untuk mencekal Kuczynski. Diketahui bahwa Kuczynski memiliki kekebalan hukum saat masih menjabat Presiden Peru. Setelah dia mundur, kekebalan hukum itu hilang dan dia bisa diadili.

Jaksa Peru menyatakan tengah fokus menyelidiki soal dugaan suap yang diterima Kuczynski dari Odebrecht.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed