DetikNews
Kamis 08 Maret 2018, 16:56 WIB

Pertama Kali, Air India Bisa Terbang ke Israel Lewat Arab Saudi

Novi Christiastuti - detikNews
Pertama Kali, Air India Bisa Terbang ke Israel Lewat Arab Saudi Ilustrasi (REUTERS/Amit Dave/File Photo)
New Delhi - Otoritas Arab Saudi telah memberikan izin pada maskapai Air India untuk terbang antara New Delhi, India dan Tel Aviv, Israel dengan melintasi wilayah udaranya. Ini merupakan pertama kalinya di dunia, sebuah maskapai internasional bisa melintasi wilayah udara Saudi untuk terbang ke Israel.

Otoritas Saudi tidak mengakui Israel sebagai sebuah negara. Selama ini, setiap maskapai internasional yang terbang dari dan ke Israel harus menghindari wilayah Saudi, atau tidak bisa terbang langsung melewati Saudi.

Seperti dilansir Reuters dan CNN, Kamis (8/3/2018), izin untuk terbang dari dan ke Israel dengan melintasi wilayah udara Saudi yang diberikan kepada Air India ini, mengakhiri larangan yang telah diberlakukan selama 70 tahun terakhir untuk semua maskapai internasional.

Dituturkan juru bicara maskapai Air India kepada Reuters, pihaknya telah mendapat izin dari otoritas Saudi untuk terbang secara langsung antara New Delhi dan Tel Aviv, dengan melalui wilayah udara Saudi. Hal yang sama juga diungkapkan juru bicara Air India kepada CNN.


Penerbangan langsung antara New Delhi dan Tel Aviv akan mulai dioperasikan pada 22 Maret mendatang. Juru bicara Air India menyebut penerbangan langsung New Delhi-Tel Aviv akan beroperasi sebanyak tiga kali dalam seminggu.

Dengan melintasi wilayah Saudi, penerbangan Air India ini akan menghemat waktu dibanding sebelumnya, yakni lebih cepat dua jam. Situs Air India menyebut penerbangan langsung New Delhi-Tel Aviv atau sebaliknya dipatok dengan harga 24.124 rupee atau sekitar Rp 5 juta.

Belum ada konfirmasi dari otoritas Saudi terkait hal ini. Otoritas Penerbangan Sipil Saudi belum memberikan komentarnya. Namun keputusan Saudi ini dinilai menandai pergeseran diplomatik dramatis. Diketahui bahwa Saudi dan Israel juga tidak memiliki hubungan diplomatik.

Di sisi lain, diberikannya izin untuk Air India ini memicu protes dari maskapai Israel, El Al, yang juga mengoperasikan penerbangan rute India-Israel. Maskapai El Al mengoperasikan empat kali penerbangan setiap minggu dengan rute Tel Aviv-Mumbai.


Namun maskapai Israel ini tidak bisa melewati wilayah Saudi dan harus berputar ke rute selatan melalui Ethiopia, sebelum bergerak ke timur menuju India. Penerbangan itu membutuhkan waktu tujuh jam dan jauh lebih lama jika dibandingkan waktu tempuh maskapai Air India nantinya.

Pekan lalu, CEO maskapai El Al, Gonen Usishkin, mengirim surat kepada Kepala Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), Alexandre de Juniac, untuk membantunya mengakses wilayah udara Saudi. Hal ini agar El Al bisa berkompetisi secara sehat dengan Air India.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed