DetikNews
Sabtu 03 Februari 2018, 12:27 WIB

Memo Rahasia Sudutkan FBI Diungkap Trump, Apa Isinya?

Novi Christiastuti - detikNews
Memo Rahasia Sudutkan FBI Diungkap Trump, Apa Isinya? Salinan memo rahasia yang diungkap Trump (REUTERS/Jim Bourg)
Washington DC - Publik Amerika Serikat (AS) dihebohkan dengan pengungkapan memo rahasia Kongres AS yang isinya menyudutkan Biro Investigasi Federal (FBI) dan Departemen Kehakiman. Apa saja isi memo rahasia yang kontroversial itu?

Seperti dilansir AFP dan CNN, Sabtu (3/2/2018), berdasarkan informasi yang terungkap dalam memo itu, pihak FBI dan Departemen Kehakiman AS (DOJ) pada tahun 2016 menggunakan laporan penelitian 'berkas Rusia' yang didanai Partai Demokrat untuk mendapat perintah pengintaian bagi Carter Page, anggota tim kampanye Trump.

Laporan itu berisi tuduhan-tuduhan terhadap Trump terkait Rusia yang belum terbukti kebenarannya. Penyusun laporan itu adalah mantan agen intelijen Inggris, Christopher Steele, yang oleh memo rahasia itu disebut anti-Trump dan tidak ingin Trump menjadi Presiden AS. Steele sempat menjadi salah satu sumber FBI sebelum diputuskan kontraknya karena membocorkan informasi ke media massa.


Sejumlah pejabat tinggi FBI dan DOJ -- baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak aktif -- menandatangani langsung sejumlah aplikasi permohonan dan pembaruan surat pengintaian untuk Page. Pengintaian semacam ini diatur dalam program Foreign Intelligence Surveillance Act (FISA).

Memo rahasia itu menyebut surat perintah pengintaian elektronik untuk Page didapat dari Foreign Intelligence Surveillance Court (FISC) pada 21 Oktober 2016. Permohonan FISA harus mendapat persetujuan Direktur atau Wakil Direktur FBI, kemudian juga ditandatangani oleh Jaksa Agung, Wakil Jaksa Agung, atau Asisten Jaksa Agung untuk Divisi Keamanan Nasional.

Disebutkan memo itu bahwa mantan Direktur FBI James Comey menandatangani tiga aplikasi FISA untuk Page, mewakili FBI. Kemudian mantan Wakil Direktur FBI Andrew McCabe menandatangani satu aplikasi FISA. Lalu mantan Wakil Jaksa Agung Sally Yates yang saat itu menjabat Pelaksana Tugas Jaksa Agung juga menandatangani satu aplikasi FISA mewakili DOJ. Mantan Pelaksana Tugas Wakil Jaksa Agung, Dana Boente, dan Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein masing-masing menandatangani satu aplikasi FISA.


Sesuai payung hukum yang berlaku, perintah pengintaian FISA terhadap seorang warga AS harus diperbarui oleh FISC setiap 90 hari. Total ada satu perintah pengintaian FISA untuk Page dan tiga pembaruannya yang didapat FBI dan DOJ saat itu. Surat perintah pengintaian untuk Page itu dianggap menyalahgunai wewenang FBI dan DOJ sebagai penegak hukum, karena didapat dengan dokumen yang isinya anti-Trump.

Yang dipermasalahkan Trump dan kubu Republikan adalah dalam aplikasi perintah pengintaian FISA itu sama sekali tidak dicantumkan dugaan keberpihakan Steele, si penyusun dokumen yang menjadi dasar permohonan.

"Steele mengakui kepada Ohr perasaannya terhadap mantan capres Trump ketika Steele mengatakan dirinya 'sangat ingin agar Donald Trump tidak terpilih dan sangat bersemangat soal dia (Trump) tidak menjadi presiden'. Ini menjadi bukti jelas keberpihakan Steele yang direkam oleh Ohr saat itu dan kemudian dicatat dalam dokumen resmi FBI -- tapi tidak dimunculkan dalam satu pun halaman aplikasi FISA," sebut memo rahasia itu.


Ohr atau yang bernama lengkap Bruce Ohr merupakan mantan Associate Wakil Jaksa Agung dan pejabat senior pada Departemen Kehakiman AS. Namanya ikut disebut dalam memo rahasia ini sebagai sosok dalam lingkungan DOJ yang mengenal dan berkomunikasi langsung dengan Steele.

Istri Ohr, Nellie, juga terseret memo ini karena pernah bekerja di perusahaan reserach, Fusion GPS, yang disewa Partai Demokrat dan tim kampanye Hillary Clinton untuk meneliti hal-hal yang menyudutkan Trump. Sosok Steele yang kontroversial dipekerjakan oleh Fusion GPS. Keterkaitan antara Ohr dan istrinya dengan Steele juga tidak dimunculkan dalam aplikasi permohonan perintah pengintaian untuk Page.


(nvc/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed