DetikNews
Selasa 02 Januari 2018, 13:01 WIB

Ditanya Klaim Kim Jong-Un Soal Tombol Nuklir, Ini Kata Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Ditanya Klaim Kim Jong-Un Soal Tombol Nuklir, Ini Kata Trump Donald Trump bersama istrinya, Melania dan putra bungsunya, Barron saat merayakan Tahun Baru di Mar-a-Lago, Florida (REUTERS/Jonathan Ernst)
Florida - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghindar untuk berkomentar soal klaim pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un yang memperingatkan AS bahwa tombol nuklir selalu ada di mejanya. Lalu apa komentar Trump?

"Kita akan lihat, kita akan lihat," ucap Trump saat ditanya wartawan soal klaim Kim Jong-Un itu, seperti dilansir Newsweek, Selasa (2/1/2017).

Jawaban singkat itu disampaikan Trump sembari berjalan masuk ke Mar-a-Lago, resort miliknya di Florida. Trump berada di resort mewah miliknya itu untuk merayakan Tahun Baru.

Media Korea Selatan (Korsel), kbs.co.kr, menyebut Departemen Luar Negeri AS juga belum mengomentari pernyataan Kim Jong-Un itu.


Dalam pernyataan menyambut Tahun Baru 2018, Senin (1/1) waktu setempat, Kim Jong-Un memperingatkan AS bahwa dirinya selalu memiliki tombol nuklir di mejanya yang siap digunakan kapan saja, terlebih saat Korut merasa terancam.

Namun dalam pernyataannya itu, Kim Jong-Un juga menyatakan Korut siap berdialog dengan negara tetangganya, Korsel. Kim Jong-Un bahkan mengindikasikan untuk pertama kalinya, bahwa Korut mempertimbangkan ikut Olimpiade Musim Dingin bulan depan di Korsel.

Dalam pernyataannya itu, Kim Jong-Un menyebut tujuannya adalah 'mengurangi ketegangan militer di Semenanjung Korea untuk menciptakan lingkungan penuh perdamaian'.


Memberikan pernyataan terpisah pada Minggu (31/12) waktu setempat, purnawirawan Laksamana Angkatan Laut AS dan mantan Ketua Staf Gabungan AS, Mike Mullen, menyebut AS dan Korut semakin dekat pada konflik.

"Pada titik tertentu ini, saya tidak melihat kesempatan untuk menyelesaikan hal ini secara diplomatik," ucapnya saat muncul dalam acara televisi ABC News 'This Week'. Menurut Mullen, situasi di Semenanjung Korea bergantung pada niat China untuk lebih menekan Korut, sekutunya.

Pekan lalu, Trump yang menyebut dirinya sangat kecewa, menuding China tertangkap basah menyalurkan minyak ke kapal Korut. Tudingan itu telah dibantah mentah-mentah oleh China yang menyatakan tidak ada bukti di lapangan yang menyatakan demikian.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed