DetikNews
Selasa 12 Desember 2017, 03:58 WIB

Serangan Israel di Gaza Jadi Alasan Pelaku Ledakan di Manhattan

Elza Astari Retaduari - detikNews
Serangan Israel di Gaza Jadi Alasan Pelaku Ledakan di Manhattan Ledakan terjadi di Manhattan New York. (Foto: REUTERS/Edward Tobin)
Manhattan - Pelaku ledakan di terminal bawah tanah Manhattan, New York, Amerika Serikat (AS) membuat pengakuan mengejutkan. Pria bernama Akayed Ullah menyebut serangan Israel di Gaza jadi alasan dia melakukan serangan.

Seperti dilansir CNN, Selasa (12/12/2017), seorang sumber penegak hukum di AS mengatakan Akayed memberi pernyataan saat diperiksa. Dia mengatakan kepada penyidik bahwa tindakan Israel baru-baru ini di Gaza adalah alasan dia melakukan seragan di New York City pada Senin (11/12) pagi waktu setempat.

Ullah diketahui mengenakan 'alat peledak berteknologi rendah' saat beraksi. Alat peledak itu tak sengaja meledak ketika masih terpasang di tubuh pelaku.

Video 20detik: Identitas Pelaku dan Motif Peledakan di New York

[Gambas:Video 20detik]



Homeland Security telah mengeluarkan pernyataan terkait insiden ledakan tersebut. Sekretaris Keamanan Dalam Negeri AS, Kirstjen Nielsen, terus berkomunikasi dengan Wali Kota New York Bill de Blasio dan pejabat setempat terkait serangan itu.

Homeland Security pun telah mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka meminta masyarakat untuk terus waspada.

"Departemen Keamanan Dalam Negeri mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi orang-orang dan negara kita setelah serangan teroris hari ini di New York City," demikian bunyi pernyataan tersebut.


Homeland Security memastikan akan terus membantu pihak berwenang New York dengan tanggapan dan penyelidikan dalam aksi teror itu. Setidaknya, ada 4 orang dilaporkan terluka akibat peristiwa ini.

"Kami mendesak masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan adanya kegiatan yang mencurigakan," tambah Homeland Security dalam keterangan yang sama.

Sementara itu Reuters melaporkan, pelaku ledakan merupakan pria asal Bangladesh. Ullah diketahui penduduk Amerika Serikat dan tidak memiliki catatan kriminal di negara asalnya.


Menurut polisi, Ullah memiliki linsensi sopir taksi atau limosin hitam dari tahun 2012 sampai 2015. Terkait insiden ini, Wali Kota New York Bill de Blasio menyebutnya sebagai merupakan upaya teror. Dia memastikan pelaku bergerak sendiri.

"Ini adalah upaya terorisme. Saya bersyukur, pelaku tidak mencapai tujuannya. Penerima laporan kami cepat tanggap dan sepengetahuan kami jumlah korban luka-luka masih kecil," kata Blasio seperti dikutip dalam akun Twitternya @NYCMayor, Senin (11/12/2017).

Ledakan ini dilaporkan terjadi di dekat terminal Port Authority, dekat Times Square, saat jam-jam sibuk pagi hari. Akibat kejadian ini empat orang mengalami luka-luka. Informasi awal yang disampaikan dua sumber penegak hukum AS menyebut, ada indikasi bom pipa meledak secara tidak sengaja dalam insiden ini.

[Gambas:Video 20detik]


(elz/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed