DetikNews
Jumat 08 Desember 2017, 01:04 WIB

Kanselir Jerman Ingin Negosiasi Status Yerusalem Dihidupkan Kembali

Rina Atriana - detikNews
Kanselir Jerman Ingin Negosiasi Status Yerusalem Dihidupkan Kembali Angela Merkel (Foto: Dok. Reuters)
Berlin - Kanselir Jerman Angela Merkel menolak keputusan Presiden AS yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Selain itu Merkel juga meminta negosiasi untuk menentukan status Yerusalem dihidupkan kembali.

Dilansir dari Reuters, Kamis (7/12/2017), Merkel mengatakan akan berpegang teguh pada resolusi PBB di mana status Yerusalem harus ditentukan melalui negosiasi antara Palestina dan Israel di bawah koordinasi PBB.

"Kita berpegang teguh pada resolusi PBB, mereka membuat terang bahwa status Yerusalem butuh dinegosiasikan sebagai bagian dari solusi untuk kedua negara. Karena itulah saya ingin proses ini dihidupkan kembali," ujar Merkel.


Sehari sebelumnya, Merkel telah menegaskan tak mendukung keputusan Trump dan rencana pemindahan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Status Yerusalem hanya bisa dinegosiasikan dalam kerangka solusi dua negara," ujar juru bicara Merkel, Steffen Seibert, Rabu (6/12) waktu setempat.


Negara Eropa lain, Prancis dan Inggris juga dengan tegas menolak keputusan Trump. Menurut Presiden Prancis Emmanuel Macron juga berpendapat status Yerusalem hanya bisa ditegaskan dengan adanya negosiasi antara kedua negara.

"Status Yerusalem adalah masalah keamanan internasional yang menyangkut seluruh masyarakat internasional. Status Yerusalem harus ditentukan oleh bangsa Israel dan Palestina dalam sebuah negosiasi di bawah naungan PBB," tutur Macron.

Perdana Menteri Inggris Theresa May menyebut keputusan Trump tak membantu upaya damai yang selama ini diupayakan untuk Palestina dan Israel.

"Kami percaya (keputusan AS) tidak membantu prospek perdamaian di wilayah ini," tutur May.
(rna/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed