DetikNews
Minggu 03 Desember 2017, 02:59 WIB

Trump Pecat Eks Penasihatnya karena Bohongi Wapres AS dan FBI

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Trump Pecat Eks Penasihatnya karena Bohongi Wapres AS dan FBI Presiden AS Donald Trump (Foto: REUTERS/Kham)
Washington - Mantan penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS), Michael Flynn mengaku bersalah karena telah berbohong kepada FBI mengenai hubungan dengan Rusia. Presiden AS Donald Trump akhirnya angkat bicara.

Dilansir dari Reuters pada Minggu (3/12/2017), Trump mengatakan tindakan Flynn pada masa transisinya sebagai presiden sebagai sesuatu yang sah. Dia juga menyebut tidak ada kolusi antara tim kampanyenya dan Rusia.

Dia mengatakan pemecatan terhadap Flynn karena berbohong kepada Wakil Presiden AS Mike Pence dan FBI. Padahal menurutnya kontak yang dilakukan Flynn pada Desember 2016 lalu dengan Duta Besar Rusia untuk AS Sergei Kislyak selama masa transisi setelah dirinya terpilih sebagai presiden dan sebelum dia dilantik adalah sesuatu yang sah.


"Saya harus memecat Jenderal Flynn karena dia berbohong kepada Wakil Presiden dan FBI. Dia telah mengaku bersalah atas kebohongan tersebut. Ini memalukan karena tindakannya selama masa transisi itu sah. Tidak ada yang perlu disembunyikan!" tulis Trump dalam Twitter resminya.

Flynn merupakan figur paling senior yang didakwa dalam investigasi yang dipimpin Penasihat Khusus Robert Mueller mengenai dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan presiden AS tahun lalu. Dakwaan tersebut bisa mengantarkannya ke dalam jeruji besi selama lima tahun.

Menurut The Washington Post seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (2/12), salah satu anggota penting dari tim transisi kepresidenan Trump yang menyarankan Flynn untuk melakukan kontak dengan Sergei Kislyak adalah menantu Trump, Jared Kushner.

Flynn sebelumnya dipaksa mundur dari jabatannya di Gedung Putih pada Februari lalu karena menyesatkan Wakil Presiden Mike Pence tentang percakapannya dengan Sergei Kislyak.

"Pernyataan-pernyataan palsu tersebut mencerminkan pernyataan-pernyataan palsu kepada para pejabat Gedung Putih yang mengakibatkan pengunduran dirinya pada Februari tahun ini," kata pengacara Gedung Putih Ty Cobb.
(abw/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed