DetikNews
Jumat 10 November 2017, 11:42 WIB

Eks Pengawal Ungkap Rusia Pernah Tawarkan 5 Wanita Untuk Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Eks Pengawal Ungkap Rusia Pernah Tawarkan 5 Wanita Untuk Trump Keith Schiller saat masih bertugas mengawal Trump di Gedung Putih pada Juni lalu (Mandel Ngan/AFP-Getty Images)
Washington DC - Penyelidikan dugaan kolusi tim kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Rusia terus berlanjut. Di depan parlemen AS, seorang mantan pengawal pribadi Trump mengungkapkan pernah menolak tawaran Rusia untuk mengirimkan lima wanita ke kamar hotel Trump.

Seperti dilansir CNN dan NBC News, Jumat (10/11/2017), tawaran itu diberikan saat Trump berkunjung ke Moskow pada tahun 2013 lalu, untuk rapat membahas kontes kecantikan Miss Universe yang saat itu digelar di Rusia. Trump masih berstatus warga biasa saat kunjungan dilakukan.

Keith Schiller yang mantan pengawal dan ajudan pribadi Trump ini, memberikan testimoni secara privat kepada Komisi Intelijen DPR AS, atau House of Representatives awal pekan ini. Sesi itu digelar tertutup, namun sejumlah sumber mengungkapkan isi testimoni Schiller ke media.


Isu itu diangkat parlemen AS karena muncul tudingan cabul dalam dokumen yang disusun mantan agen intelijen Inggris, Christopher Steele, soal dugaan keterkaitan Trump dan anak buahnya dengan Rusia. Dugaan itu juga dilaporkan media konservatif AS, Daily Caller. Artikel itu menyinggung soal kunjungan Trump ke Moskow dan kisah soal Schiller yang menolak tawaran Rusia yang ingin mengirimkan pekerja seks ke kamar hotel Trump.

Di depan Komisi Intelijen DPR AS, Schiller ditanya soal artikel Daily Caller dan mengkonfirmasi bahwa seorang warga Rusia memang pernah menawarkan untuk mengirimkan lima wanita ke kamar hotel Trump tahun 2013. Tawaran itu disampaikan saat jam makan siang, usai rapat membahas Miss Universe di Moskow.

Schiller menegaskan dirinya menolak tawaran itu dan menganggapnya sebagai lelucon. "Kami tidak melakukan hal semacam itu," ucap Schiller seperti dikutip sejumlah sumber yang hadir saat dia memberikan testimoni, seperti dilansir NBC News.


Malam harinya, Schiller memberitahu Trump soal tawaran itu saat keduanya berjalan kembali ke kamar hotel Trump. Menurut Schiller, Trump saat itu hanya tertawa dan kemudian pergi tidur sendirian. Schiller sempat menunggu beberapa menit di luar kamar hotel Trump, sesuai tugasnya saat itu sebagai kepala tim pengawal Trump. Dia kemudian meninggalkan kamar hotel Trump dan mengaku tidak tahu pasti apa yang terjadi sesudahnya.

Namun Schiller mengaku yakin tidak terjadi apapun di dalam kamar hotel Trump saat itu. Menurut Schiller, dirinya dan Trump saat itu menyadari risiko bahwa kamar hotel di Moskow bisa saja dipasangi kamera tersembunyi.

Saat ditanya lebih lanjut siapa yang memberikan tawaran untuk mengirimkan lima wanita ke Trump, Schiller mengaku tidak ingat identitasnya. Namun menurut sejumlah sumber yang memahami hal ini, tawaran itu datang dari seorang warga Rusia yang menemani Emin Agalarov, bintang pop Rusia yang rapat bersama Trump. Ayah Agalarov sendiri merupakan seorang miliarder yang dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.


Agalarov dan ayahnya bekerja bersama Trump untuk mewujudkan agar Miss Universe digelar di Moskow saat itu. Dalam testimoninya, Schiller menyebut tawaran itu tidak datang dari Agalarov langsung.

Selain ditanya soal tawaran wanita dari Rusia, Schiller juga ditanya soal dugaan pertemuan antara anak buah Trump dengan otoritas Rusia. Schiller pada intinya membantah dirinya tahu soal pertemuan semacam itu.

Schiller yang veteran Angkatan Laut AS ini, awalnya bekerja paruh waktu sebagai pengawal pribadi Trump, saat dirinya masih aktif sebagai polisi di New York. Schiller mulai bekerja secara penuh untuk Trump setelah pensiun tahun 2002. Pada tahun 2004, Schiller menjabat direktur keamanan untuk Trump. Dia juga pernah menjabat sebagai Direktur Operasional Ruang Oval Gedung Putih dari Januari hingga September, saat dia mundur.


Schiller merupakan sosok yang diminta Trump mengantarkan langsung surat pemecatan Direktur FBI James Comey ke markas FBI pada Mei lalu.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed