DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 16:49 WIB

Tabrakan di Udara, 3 Penerjun Payung Tewas di Australia

Novi Christiastuti - detikNews
Tabrakan di Udara, 3 Penerjun Payung Tewas di Australia Ilustrasi (Putri Akmal/detikcom)
Queensland - Tiga penerjun payung di Queensland, Australia tewas mengenaskan setelah bertabrakan saat mengudara. Diduga parasut yang digunakan salah satu penerjun gagal mengembang sempurna hingga memicu insiden nahas ini.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (13/10/2017), dua pria berusia 30-an tahun dan seorang wanita berusia 50-an tahun dinyatakan meninggal dunia dalam insiden yang terjadi di Mission Beach, dekat Cairns, Australia bagian timur laut hari ini.

Dituturkan kepolisian setempat, jenazah ketiganya ditemukan di lokasi berjarak beberapa kilometer dari titik pendaratan. Tidak dirilis identitas ketiga orang yang tewas dalam insiden ini.

Dalam keterangan lebih rinci, seperti dilansir media Australia, News.com.au, juru bicara kepolisian setempat menyebut insiden ini terjadi antara seorang penerjun tunggal dengan dua penerjun tandem. Mereka diduga kuat bertabrakan di udara setelah parasut gagal mengembang.

"Penyidik kepolisian dan pihak terkait masih berada di lokasi. Belum ada rincian lain untuk saat ini," ujar juru bicara itu.

Secara terpisah, pengawas operasi Dinas Ambulans Queensland, Neil Noble, menyatakan para penerjun mengalami luka-luka sangat parah. Ketiganya dinyatakan meninggal dunia di lokasi. "Sungguh peristiwa tragis yang terjadi di lingkungan ini," sebut Noble.

Pihak perusahaan terjun payung, SKYDIVE Australia, telah merilis pernyataan terkait insiden ini. "Satu korban tewas, seorang instruktur yang sangat berpengalaman yang telah melakukan ribuan kali terjun payung, telah menyelesaikan terjun solo. Dua orang lainnya terjun sebagai pasangan tandem: seorang instruktur berpengalaman dan seorang konsumen," terang SKYDIVE Australia.

"Operasi terjun payung di Mission Beach dihentikan sementara, sementara otoritas setempat melakukan penyelidikan menyeluruh," imbuh keterangan itu.

Tidak diketahui pasti penyebab parasut korban tidak mengembang sempurna. Namun seorang saksi mata menyebut salah satu penerjun tidak mengaktifkan parasut cadangan, setelah parasut utama gagal mengembang.

"Saya melihat peristiwanya terjadi. Anda bisa melihat satu parasut kusut dan tidak mengembang. Saya hanya melihatnya terjun bebas hingga dia jatuh ke belakang pepohonan dan itu hal terakhir yang saya lihat," tutur seorang saksi mata yang enggan disebut namanya, seperti dilansir News.com.au. Saksi mata ini mengaku ngeri menyaksikan langsung insiden tersebut, tanpa bisa melakukan apapun untuk menolong.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed