DetikNews
Rabu 11 Januari 2017, 11:48 WIB

Ada Kapal Induk China, Taiwan Kerahkan Jet Tempur Untuk Menghalau

Novi Christiastuti - detikNews
Ada Kapal Induk China, Taiwan Kerahkan Jet Tempur Untuk Menghalau Foto dokumentasi kapal induk China, Liaoning (REUTERS/Stringer/File Photo)
Taipei - Sejumlah kapal perang China yang dipimpin satu kapal induk bergerak memasuki perairan Selat Taiwan. Militer Taiwan pun mengerahkan jet tempur dan kapal perang miliknya untuk menghalau kapal-kapal China itu.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Rabu (11/1/2017), kapal induk Liaoning milik China, yang baru kembali dari latihan militer di Laut China Selatan, tidak memasuki wilayah perairan Taiwan, namun masuk ke dalam zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) di barat daya Taiwan.

Sebagai respons, Taiwan mengerahkan sejumlah jet tempur dan kapal perang untuk memantau dan mengendalikan pergerakan kapal-kapal China itu melalui perairan sempit yang memisahkan Taiwan dan China.

"Kami memantau sepenuhnya pergerakan kapal-kapal itu," tutur juru bicara Kementerian Dalam Negeri Taiwan, Chen Chung-chi.

Pesawat dan kapal militer Taiwan dikerahkan untuk mengikuti kapal induk dan kapal perang China itu, yang berlayar di sisi barat Selat Taiwan.

Dalam pernyataannya, China menyebut kapal induk Liaoning baru saja dalam masa latihan untuk menguji senjata dan perlengkapan di Laut China Selatan yang menjadi sengketa. China menegaskan, pergerakan kapal induk itu sesuai hukum internasional.

Latihan laut kapal-kapal China yang digelar baru-baru ini, membuat bingung negara-negara tetangganya terutama Taiwan.

Dalam sengketa Laut China Selatan, otoritas China mengklaim sebagian besar perairan yang kaya energi itu. Negara-negara lain seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam juga mengklaim perairan Laut China Selatan sebagai bagian wilayahnya.

Beberapa waktu terakhir, China meningkatkan tekanan terhadap Presiden Taiwan Tsai Ing-wen setelah bulan lalu, terungkap percakapan telepon Presiden Tsai dengan presiden terpilih AS Donald Trump. China mencurigai Tsai ingin mendorong kemerdekaan resmi untuk Taiwan, sebuah hal yang tidak akan direstui China. Dalam pernyataannya, Presiden Tsai mengaku dirinya ingin menjaga perdamaian dengan China.






(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed