DetikNews
Senin 26 September 2016, 19:05 WIB

Kerusuhan Mereda, Aturan Jam Malam di North Carolina Dicabut

Novi Christiastuti - detikNews
Kerusuhan Mereda, Aturan Jam Malam di North Carolina Dicabut Polisi siaga di Charlotte saat kerusuhan melanda (REUTERS/Mike Blake)
North Carolina - Otoritas Charlotte, North Carolina, Amerika Serikat (AS) mencabut aturan jam malam yang diberlakukan saat kerusuhan melanda wilayah tersebut. Hingga kini, aksi memprotes kematian pria kulit hitam masih berlanjut, namun berlangsung damai.

Dalam pernyataan gabungan, seperti dilansir AFP, Senin (26/9/2016), Wali Kota Charlotte Jennifer Roberts dan Dewan Komisioner Distrik Mecklenburg Trevor Fuller mendorong warga untuk tetap damai.

"Menunjukkan persatuan dengan cara yang damai dan taat hukum," imbau Roberts dan Fuller dalam pernyataannya.

Baca juga: Ratusan Demonstran di North Carolina Blokir Jalanan dan Langgar Jam Malam

Jam malam diberlakukan sejak Kamis (22/9) malam waktu setempat, setelah kerusuhan melanda kota Charlotte hingga memicu sejumlah korban luka. Salah satunya seorang demonstran yang terkena tembakan, yang ditegaskan dari seorang warga sipil lainnya dan bukan dari polisi.

"Dicabut segera," tegas pernyataan gabungan itu, merujuk pada pemberlakukan jam malam. Faktnya, banyak demonstran yang melanggar aturan itu.

Aksi protes masih terus berlanjut di Charlotte hingga Minggu (25/9) waktu setempat, namun sebagian besar berjalan damai. Kerusuhan tidak lagi terlihat seperti pekan lalu.

Baca juga: Kerusuhan Terus Berlanjut, Gubernur North Carolina Tetapkan Keadaan Darurat

Aksi ini dimaksudkan untuk memprotes kematian pria kulit hitam bernama Keith Lamont Scott (43) yang ditembak polisi pada Selasa (20/9) lalu. Unjuk rasa yang awalnya damai ini berujung bentrokan, pekan lalu.

Scott ditembak saat polisi sedang memburu seorang tersangka untuk kasus kriminal lainnya. Entah apa penyebabnya, Scott terlibat pertikaian dengan polisi dan disebut berbahaya serta bersenjata. Salah satu polisi pun menembak Scott hingga menewaskannya. Namun pihak keluarga Scott meragukan bahwa pria berusia 43 tahun itu membawa pistol.

Pada Sabtu (24/9) waktu setempat, polisi memenuhi seruan dari politikus, tokoh masyarakat, dan juga demonstran untuk merilis video penembakan Scott. Namun foto dan video yang dirilis polisi dianggap tidak meyakinkan untuk menegaskan bahwa Scott benar-benar membawa pistol saat kejadian.

Baca juga: Marak Protes Penembakan Pria Kulit Hitam, Obama Imbau Semua Tenang

"Tidak cukup menunjukkan kepada kami bagaimana insiden ini berujung hilangnya nyawa... dan tidak jelas dalam video yang dirilis," ucap saudara ipar Scott, Ray Dotch. Polisi sebelumnya menegaskan pihaknya menemukan pistol berisi peluru yang memiliki DNA Scott.


(nvc/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed