DetikNews
Senin 03 Juni 2013, 00:55 WIB

Demo Turki Tolak Penggusuran Taman Meluas Jadi Gejolak Anti Rezim Islamis

- detikNews
Demo Turki Tolak Penggusuran Taman Meluas Jadi Gejolak Anti Rezim Islamis
Jakarta - Demonstrasi yang diawali protes terhadap pembangunan pusat perbelanjaan di area Taman Gezi Turki semakin memanas. Massa memperluas tema protes ke arah penentangan terhadap pemerintahan Islamis Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan.

Kepolisian Turki menembakkan gas air mata guna menangani demonstrasi yang semakin meluas. Seperti yang dilansir AFP, Senin (2\/6\/2013), polisi dilaporkan semakin bertindak represif terhadap demonstran di Ibu Kota Ankara. Sementara di Taksim Square, Istanbul, ribuan orang masih melancarkan protes. Aksi massa ini sudah memasuki hari ketiga.

Menteri Dalam Negeri Muammar Guler menyatakan lebih dari 1.700 orang telah ditangkap dalam kerusuhan yang menyebar ke 67 kota itu. Kebanyakan dari mereka telah dibebaskan.

\\\"Pemerintah, turun! Taksim milik kita,\\\" teriak ribuan demonstran.

Alun-alun Taksim memang menjadi titik demonstrasi menentang PM Erdogan. Di sekitar situ terletak Taman Gezi yang isunya akan segera diubah fungsi menjadi pusat perbelanjaan.

Erdogan sendiri menyatakan tak akan membangun pusat perbelanjaan di Taman Gezi. Namun demonstrasi sudah terlanjur meluas, dan polisi juga sudah kadung bertindak keras. Erdogan mengakui , polisi telah melakukan kesalahan dalam menanggapi aksi massa tersebut.

\\\"Mereka menyebut saya diktator. Jika mereka menyamakan pelayan yang sederhana dengan seorang diktator, maka saya tak tahu harus berkata apa,\\\" kata Erdogan dalam pidatonya, Sabtu (1\/6).

Pemerintahan Turki diprotes habis-habisan lantaran memperkenalkan berbagai kebijakan yang dinilai cenderung bernuansa konservatif dan kelewat Islami.

Pemerintahan Erdogan dan partainya, Partai Keadilan dan Pembangunan, memperkenalkan UU Pembatasan Penjualan dan Iklan Minuman Beralkohol. Selain itu, pemerintahan Erdogan dinilai terlalu represif terhadap minoritas Kurdi.

Pemerintah mengklaim kerugian sebanyak 20 juta Lira atau sekitar delapan juta Euro akibat demonstrasi besar ini. Pemerintah juga menyatakan sebanyak 58 warga sipil dan 115 petugas keamanan terluka sampai sejauh hari ketiga ini.

Namun Human Rights Watch menyatakan korban jiwa berjumlah lebih besar dari yang dinyatakan pemerintah. Bahkan mereka menyebut ada satu warga yang kehilangan satu matanya karena terkena peluru karet yang ditembakkan polisi.




(dnu/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed