detikNews
Rabu 13 Februari 2013, 16:56 WIB

Jasad Wanita Paling Buruk Rupa di Dunia Dimakamkan Setelah 150 Tahun

- detikNews
Jasad Wanita Paling Buruk Rupa di Dunia Dimakamkan Setelah 150 Tahun Julia Pastrana (news.com.au)
Mexico City - Jasad wanita Meksiko yang dijuluki \'wanita paling buruk rupa di dunia\' akhirnya dimakamkan 150 tahun setelah kematiannya. Semasa hidup, wanita ini berkeliling dunia dalam komunitas sirkus karena rupanya yang aneh dan berbeda dari manusia kebanyakan.

Wanita bernama Julia Pastrana ini lahir di Meksiko pada tahun 1834 silam. Pastrana menderita penyakit yang bernama hypertrichosis, yakni pertumbuhan rambut secara tidak wajar dan berlebihan di tubuh dan gingival hyperplasia, yakni pertumbuhan jaringan gusi yang berlebihan.

Kedua penyakit tersebut membuatnya memiliki rambut berlebihan hingga ke wajahnya dan juga memiliki rahang yang sangat tebal. Selama hidupnya, Pastrana yang malang ini dijuluki \'wanita beruang\' atau \'wanita kera\'. Demikian seperti dilansir Reuters, Rabu (13/2/2013).

Pada pertengahan tahun 1850-an, Pastrana bertemu dengan seorang pria bernama Theodore Lent, yang gemar memimpin rombongan sirkus. Lent mengajari Pastrana bernyanyi dan menari agar dia bisa tampil di acara sirkus berkeliling wilayah Amerika Serikat dan Eropa. Lent menikahi Pastrana sebelum memboyongnya dalam rombongan sirkusnya.

Namun pada tahun 1860, Pastrana meninggal dunia di Moskow, Rusia ketika melahirkan putranya, yang juga mewarisi penyakit ibunya sehingga memiliki wujud serupa. Nahas, putra Pastrana meninggal dunia beberapa hari kemudian.

Anehnya, Lent justru mengawetkan dan membalsem jasad Pastrana dan anaknya tersebut, kemudian membawanya berkeliling dunia untuk ditunjukkan dalam pertunjukan yang digelarnya. Selama beberapa dekade, jasad Pastrana dan putranya pun berpindah tangan hingga akhirnya berakhir di tangan Universitas Oslo di Norwegia.

\"Bayangkan bagaimana ejekan dan kekejaman dari orang lain yang harus dihadapinya dan bagaimana dia mengatasinya. Ini merupakan kisah yang sangat membanggakan,\" ujar Gubernur Sinaloa, Mario Lopez yang berhasil melobi pemilik jasad Pastrana agar dipulangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan secara layak.

\"Ketika saya mendengar kisah tentang wanita yang berasal dari Sinaloa ini, saya berkata, tidak mungkin dia ditinggalkan di dalam gudang di suatu tempat,\" imbuhnya.

Ketika jasad Pastrana tiba di kota Sinaloa de Leyva pada Selasa (12/2) waktu setempat, penduduk lokal berbondong-bondong ingin memberikan penghormatan terakhir. Jasad Pastrana dimasukkan ke dalam peti putih yang dihiasi rangkaian bunga mawar putih.

\"Upacara pemakamannya sangat indah. Saya sangat terharu. Selama beberapa tahun ini, saya tidak pernah merasa emosional seperti ini,\" tutur seorang seniman Meksiko, Laura Anderson Barbata. Barbata yang tinggal di New York, AS ini ikut memperjuangkan pemulangan jasad Pastrana agar dapat dimakamkan dengan layak.




(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com