detikNews
Kamis 11 Oktober 2012, 16:39 WIB

Penembakan Gadis Pakistan oleh Taliban Menuai Kecaman Pemimpin Dunia

- detikNews
Penembakan Gadis Pakistan oleh Taliban Menuai Kecaman Pemimpin Dunia Malala Yousafzai (Reuters)
Islamabad, - Seorang remaja Pakistan berumur 14 tahun ditembak militan Taliban. Penembakan anak perempuan tersebut bukan hanya menuai kecaman pemerintah Pakistan, namun juga para pemimpin dunia.

Malala Yousafzai seperti diberitakan AFP, Kamis (11/10/2012), saat ini harus dirawat di ruang ICU setelah kepalanya ditembak di atas sebuah bus sekolah pada Selasa, 9 Oktober lalu. Saat ini dia masih dalam kondisi tak sadarkan diri namun stabil usai operasi pengangkatan peluru yang berlangsung tiga jam.

Aksi penembakan terhadap Malala terjadi di siang hari bolong di kota Mingora, distrik Swat, Khyber Pakhtoonkhwa. Malala bukanlah gadis biasa. Dia seorang aktivis yang telah mengkampanyekan hak-hak untuk pendidikan di daerahnya.

Malala mulai dikenal dunia setelah membeberkan kekejaman Taliban di Swat lewat sebuah blog untuk BBC tiga tahun silam. Di wilayah Swat, kelompok Taliban telah membakar sekolah-sekolah putri dan menteror wilayah tersebut. Taliban melarang keras anak-anak perempuandi wilayah tersebut pergi bersekolah.

Malala menerima penghargaan perdamaian nasional dari pemerintah Pakistan pada tahun 2011 lalu. Gadis kecil itu juga dinominasikan untuk meraih penghargaan internasional, International Children\'s Peace Prize.

Atas penembakan Malala, otoritas Pakistan mengumumkan hadiah uang senilai lebih dari US$ 100.000 untuk bisa menangkap pelaku penembakan.

Presiden AS Barack Obama menyebut penembakan aktivis remaja tersebut \"menjijikkan, tercela dan tragis\". Otoritas AS bahkan siap memberikan bantuan jika diperlukan.

\"Melakukan kekerasan terhadap anak-anak adalah barbar, pengecut dan simpati kami untuknya serta keluarganya,\" kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney.

Sementara Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon meminta agar pelaku kejahatan keji ini segera ditangkap. Ban mengaku sangat tersentuh oleh kampanye Malala soal hak-hak pendidikan.





(ita/nrl)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com