DetikNews
Sabtu 07 April 2012, 07:52 WIB

Presiden Malawi Dikabarkan Meninggal Dunia

- detikNews
Presiden Malawi Dikabarkan Meninggal Dunia
Johannesburg - Presiden Malawi, Bingu Wa Mutharika dikabarkan meninggal dunia. Malawi dikabarkan meninggal akibat terkena serangan jantung.

Dikutip dari The New York Times, Jumat (6\/4\/2012), pejabat medis dan pemerintah di Lilongwe, ibukota Malawi menyatakan bahwa Mutharika, meninggal pada Kamis setelah terkena serangan jantung. Namun isu kematiannya belum jelas. Pemerintah sendiri belum mengumumkan kematiannya.

Bahkan pernyataan berbeda dikeluarkan Menteri Informasi Patricia Kaliati melalui siaran radio akhir Jumat malam bahwa presiden sedang dirawat di Afrika Selatan dan bahwa dia akan memberikan update pada kondisinya setelah berbicara dengan dokter Sabtu pagi.

Sementara itu, Wakil Presiden Malawi Joyce Banda, mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat kepada sebuah stasiun radio swasta bahwa dia telah mencari klarifikasi dari pemerintah Afrika Selatan tentang kondisi presiden. Namun Banda tidak menjawab pertanyaan publik soal kabar kematian presiden.

\\\"Rakyat Malawi memiliki hak untuk mengetahui keadaan kesehatan Presiden Bingu wa Mutharika,\\\" kata anda.

Di tengah kabar tersebut, Banda justru menyatakan sikap bahwa ia akan segera mengambil alih pemerintahan.

\\\"Saya menarik bagi rakyat Malawi bahwa kita harus mematuhi aturan. Hukum-hukum mengatakan jika presiden tidak lagi mampu, maka wakil presiden mengambil alih. Ini harapan saya bahwa Malawi akan mematuhi konstitusi. \\\"

Departemen Luar Negeri mengeluarkan pernyataan belasungkawa. \\\"Dilaporkan meninggal dunia setelah menderita sakit mendadak,\\\" katanya.

Presiden Mutharika merupakan mantan ekonom Bank Dunia. Ia kemudian terpilih menjadi presiden Malawi pada tahun 2004. Mutharika terpilih kembali untuk lima tahun kemudian.

Namun popularitasnya telah memudar dalam menghadapi penurunan permintaan untuk tanaman tunai utama Malawi, tembakau, dan tuduhan bahwa ia telah salah menangani perekonomian. Harga BBM naik dan menyusut cadangan devisa telah memperparah kesulitan bagi banyak dari 15 juta orang Malawi. Mutharika, yang menyebut dirinya sebagai \\\"ekonom di kepala\\\" menolak saran dari Dana Moneter Internasional untuk mendevaluasi mata uang negara itu.

Seperti kerusuhan tumbuh tahun lalu, polisi menanggapi protes dengan kekuatan, menembaki demonstrasi dan membunuh 19 orang pada bulan Juli. Amerika Serikat menghentikan program hibah senilai $ 350 juta dengan hanya memberi anggaran tahunan sebesar hanya $ 2 miliar. Mutharika mengusir duta besar Inggris setelah kebocoran kabel.




(mei/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed