Round-Up

Varian Baru Corona di Inggris Merambah Negeri Kanguru

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 07:28 WIB
Medical workers staff a drive-through COVID-19 testing site located in a shopping centre carpark in Melbourne on June 23, 2020. - Australians were warned on June 22 to avoid travelling to Melbourne, as the countrys second biggest city tightened coronavirus restrictions amid fears of a second wave of the epidemic. (Photo by William WEST / AFP)
Foto: AFP/WILLIAM WEST
Canberra -

Varian baru virus Corona ditemukan di Inggris. Kini, varian baru virus Corona itu sudah merambah ke Australia.

Kasus pertama varian baru virus Corona di Australia ditemukan di negara bagian New South Wales. Pemimpin New South Wales, Gladys Berjiklian, meneken kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran penularan virus Corona.

Kebijakan lockdown ini dikeluarkan otoritas Australia pada Minggu (21/12) usai ada 30 kasus baru dalam 24 jam pada hari Sabtu (19/12) dan 15 kasus pada hari Minggu (20/12).

Semua kegiatan yang digelar di dalam ruangan kembali harus memenuhi aturan satu orang per empat meter persegi dan hanya 300 orang yang boleh berada di restoran atau pub serta tempat ibadah.

Kegiatan bernyanyi, bersuara, serta menari di dalam ruangan telah dilarang. Sementara itu pesta perkawinan hanya diizinkan diikuti 20 orang.

Otoritas kesehatan di New South Wales tidak mewajibkan penggunaan masker, tapi warga tetap dianjurkan untuk tetap berada di rumah.

Sementara itu salah satu pakar kesehatan di Australia, Dr Norman Swan, yang juga pembawa acara Coronacast di ABC mengatakan perayaan Natal bisa menjadi 'superspreading event' atau event yang dapat menularkan virus corona jika pemerintah tidak menanganinya dengan segera.

"Kita harus khawatir karena kita tidak tahu apa yang terjadi di komunitas. Menghentikan warga saling berinteraksi selama beberapa hari dan kita bisa meredam virus ini jika tak ada orang bergerak."

Baca selengkapnya di halaman berikutnya