Menjaga Warisan Silat Cingkrik
Tiga murid anggota Perguruan Cingkrik Rawa Belong (Percira) memperagakan jurus silat di sela latihan. Malam mulai turun di Rawa Belong, Jakarta Barat. Di Aula Pasar Bunga Rawa Belong, sejumlah pesilat bersiap mengenakan pakaian latihan.
Salah seorang pendekar silat mempraktikkan gerakan pukulan saat latihan bersama. Silat Cingkrik merupakan salah satu seni bela diri tradisional Betawi yang berkembang di kawasan Rawa Belong.
Atribut pencak silat seperti sakral, sabuk (bengkong), dan golok dikenakan pendekar ketika melatih muridnya.
Salah seorang pendekar memperagakan gerakan silat cingkrik dengan golok. Gerakannya dikenal mengandalkan kecepatan, kelincahan, dan kelenturan tubuh, dengan jurus-jurus yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Dalam rangka tujuan melestarikan budaya, silat cingkrik diikuti lintas generasi. Anak-anak usia remaja berpartisipasi dalam latihan bersama pada malam Kamis.
Latihan tidak hanya diisi dengan pengulangan jurus. Silat Cingkrik merupakan salah satu seni bela diri tradisional Betawi yang berkembang di kawasan Rawa Belong. Gerakannya dikenal mengandalkan kecepatan, kelincahan, dan kelenturan tubuh, dengan jurus-jurus yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Refleksi latihan silat dari papan informasi di aula Pasar Bunga Rawa Belong. Para pesilat juga berlatih secara berpasangan, memperhatikan gerakan lawan, hingga mengasah ketepatan dan kecepatan dalam setiap gerakan.
Ketua umum Perguruan Cingkrik Rawa Belong, Robi Indra mempraktikkan gerakan silat cingkrik dengan golok. Regenerasi silat di Rawa Belong, khususnya silat cingkrik lebih cepat daripada regenerasi kesenian Betawi lainnya karena disebarkan dengan menyasar anak sekolah.
Para murid bersalaman dengan guru usai menjalani latihan. Silat cingkrik begitu masyhur di Jakarta. Silat cingkrik merupakan silat turun-temurun dari keluarga sejak 1959, kemudian berkembang dan dikenal semakin luas.
Pesepeda motor melewati mural bergambar silat cingkrik di Kampung Betawi Rawa Belong. Rawa Belong yang juga merupakan desa wisata kampung silat yang ada di Jakarta telah melaksanakan festival silat berskala besar. Pada 2019 lalu sekitar 1.000 pendekar tumpah ruah di area dekat Pasar Bunga Rawa Belong itu.