Latihan Gabungan TNI 2026 Peragakan Kemampuan Tempur Tiga Matra

Foto

Latihan Gabungan TNI 2026 Peragakan Kemampuan Tempur Tiga Matra

Grandyos Zafna - detikNews
Rabu, 05 Agu 2026 20:56 WIB

Kepulauan Riau - TNI menggelar Operasi Terintegrasi 2026 di Kepulauan Riau dengan simulasi tempur tiga matra yang melibatkan rudal, drone, dan pasukan marinir.

Prajurit Korps Marinir TNI AL menembakkan meriam artileri howitzer pada latihan Operasi TNI Terintegrasi 2026 di Pantai Todak, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026). Dalam latihan operasi tersebut menampilkan kemampuan tempur Perisai Trisila Nusantara dari Matra Darat, Laut dan Udara dengan simulasi berbagai Alutsista di antaranya drone kamikaze AKM KI-50 buatan dalam negeri, penembakan dua rudal C-705 dari KRI Sampari-628 serta pendaratan pasukan marinir.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz

Pasukan Intai Amfibi melakukan penetrasi menuju target sasaran pada latihan Operasi TNI Terintegrasi 2026 di Pantai Todak, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026). ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Prajurit Korps Marinir TNI AL menembakkan meriam artileri howitzer pada latihan Operasi TNI Terintegrasi 2026 di Pantai Todak, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026). Dalam latihan operasi tersebut menampilkan kemampuan tempur Perisai Trisila Nusantara dari Matra Darat, Laut dan Udara dengan simulasi berbagai Alutsista di antaranya drone kamikaze AKM KI-50 buatan dalam negeri, penembakan dua rudal C-705 dari KRI Sampari-628 serta pendaratan pasukan marinir.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz

Latihan tersebut menampilkan kemampuan operasi gabungan matra darat, laut, dan udara melalui simulasi tempur bertajuk Perisai Trisila Nusantara.
 ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Prajurit Korps Marinir TNI AL menembakkan meriam artileri howitzer pada latihan Operasi TNI Terintegrasi 2026 di Pantai Todak, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026). Dalam latihan operasi tersebut menampilkan kemampuan tempur Perisai Trisila Nusantara dari Matra Darat, Laut dan Udara dengan simulasi berbagai Alutsista di antaranya drone kamikaze AKM KI-50 buatan dalam negeri, penembakan dua rudal C-705 dari KRI Sampari-628 serta pendaratan pasukan marinir.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz


Dalam skenario latihan, pasukan marinir melaksanakan operasi pendaratan amfibi untuk menguasai wilayah pantai yang menjadi sasaran operasi. Manuver tersebut didukung unsur udara dan kapal perang guna menunjukkan koordinasi antarmatra dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman.
ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Prajurit Korps Marinir TNI AL menembakkan meriam artileri howitzer pada latihan Operasi TNI Terintegrasi 2026 di Pantai Todak, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026). Dalam latihan operasi tersebut menampilkan kemampuan tempur Perisai Trisila Nusantara dari Matra Darat, Laut dan Udara dengan simulasi berbagai Alutsista di antaranya drone kamikaze AKM KI-50 buatan dalam negeri, penembakan dua rudal C-705 dari KRI Sampari-628 serta pendaratan pasukan marinir.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz



Latihan juga memperagakan penggunaan drone kamikaze AKM KI-50 hasil pengembangan industri pertahanan dalam negeri. Selain itu, KRI Sampari-628 meluncurkan dua rudal C-705 ke sasaran yang telah ditentukan sebagai simulasi penindakan terhadap ancaman di wilayah laut.
 ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Prajurit Korps Marinir TNI AL menembakkan meriam artileri howitzer pada latihan Operasi TNI Terintegrasi 2026 di Pantai Todak, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026). Dalam latihan operasi tersebut menampilkan kemampuan tempur Perisai Trisila Nusantara dari Matra Darat, Laut dan Udara dengan simulasi berbagai Alutsista di antaranya drone kamikaze AKM KI-50 buatan dalam negeri, penembakan dua rudal C-705 dari KRI Sampari-628 serta pendaratan pasukan marinir.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz


Berbagai alutsista dikerahkan dalam latihan, mulai dari kendaraan tempur, sistem artileri, hingga persenjataan strategis. Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut turut melaksanakan penembakan meriam artileri howitzer sebagai bagian dari dukungan tembakan dalam skenario operasi gabungan. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Prajurit Korps Marinir TNI AL menembakkan meriam artileri howitzer pada latihan Operasi TNI Terintegrasi 2026 di Pantai Todak, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026). Dalam latihan operasi tersebut menampilkan kemampuan tempur Perisai Trisila Nusantara dari Matra Darat, Laut dan Udara dengan simulasi berbagai Alutsista di antaranya drone kamikaze AKM KI-50 buatan dalam negeri, penembakan dua rudal C-705 dari KRI Sampari-628 serta pendaratan pasukan marinir.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz


Operasi TNI Terintegrasi merupakan latihan rutin yang bertujuan menguji kesiapan personel, sistem komando, serta interoperabilitas antarsatuan TNI dalam melaksanakan operasi militer terpadu. Latihan ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap penggunaan berbagai alutsista dalam skenario operasi modern. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Latihan Gabungan TNI 2026 Peragakan Kemampuan Tempur Tiga Matra
Latihan Gabungan TNI 2026 Peragakan Kemampuan Tempur Tiga Matra
Latihan Gabungan TNI 2026 Peragakan Kemampuan Tempur Tiga Matra
Latihan Gabungan TNI 2026 Peragakan Kemampuan Tempur Tiga Matra
Latihan Gabungan TNI 2026 Peragakan Kemampuan Tempur Tiga Matra
Latihan Gabungan TNI 2026 Peragakan Kemampuan Tempur Tiga Matra


Berita Terkait