Tradisi Yaa Qawiyyu Kembali Digelar, 6,5 Ton Apem Dibagikan di Klaten

Foto

Tradisi Yaa Qawiyyu Kembali Digelar, 6,5 Ton Apem Dibagikan di Klaten

Tripa Ramadhan - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2026 15:00 WIB

Klaten - Tradisi Sebaran Apem Yaa Qawiyyu kembali digelar di Jatinom, Klaten. Sekitar 6,5 ton apem dibagikan sebagai simbol pelestarian budaya.

Warga memperebutkan kue apem yang dibagikan saat Tradisi Sebaran Apem Yaa Qawiyyu di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026). Tradisi Sebaran Apem Yaa Qawiyyu yang digelar setiap bulan Sapar dalam penanggalan Jawa itu tahun ini membagikan sekitar 6,5 ton apem kepada masyarakat sebagai upaya melestarikan tradisi sekaligus mengenang ulama penyebar agama Islam di wilayah tersebut, Ki Ageng Gribig. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/kye
Petugas membawa gunungan apem pada Tradisi Sebaran Apem Yaa Qawiyyu di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah. Tradisi tahunan tersebut digelar setiap bulan Sapar dalam penanggalan Jawa untuk melestarikan budaya sekaligus mengenang Ki Ageng Gribig. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Warga memperebutkan kue apem yang dibagikan saat Tradisi Sebaran Apem Yaa Qawiyyu di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026). Tradisi Sebaran Apem Yaa Qawiyyu yang digelar setiap bulan Sapar dalam penanggalan Jawa itu tahun ini membagikan sekitar 6,5 ton apem kepada masyarakat sebagai upaya melestarikan tradisi sekaligus mengenang ulama penyebar agama Islam di wilayah tersebut, Ki Ageng Gribig. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/kye
Warga memperebutkan kue apem yang dibagikan. Tahun ini panitia menyiapkan sekitar 6,5 ton apem yang menjadi bagian dari tradisi turun-temurun. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Warga memperebutkan kue apem yang dibagikan saat Tradisi Sebaran Apem Yaa Qawiyyu di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026). Tradisi Sebaran Apem Yaa Qawiyyu yang digelar setiap bulan Sapar dalam penanggalan Jawa itu tahun ini membagikan sekitar 6,5 ton apem kepada masyarakat sebagai upaya melestarikan tradisi sekaligus mengenang ulama penyebar agama Islam di wilayah tersebut, Ki Ageng Gribig. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/kye
Tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun itu menjadi bentuk pelestarian budaya sekaligus penghormatan kepada ulama penyebar Islam, Ki Ageng Gribig.Β ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Β 
Tradisi Yaa Qawiyyu Kembali Digelar, 6,5 Ton Apem Dibagikan di Klaten
Tradisi Yaa Qawiyyu Kembali Digelar, 6,5 Ton Apem Dibagikan di Klaten
Tradisi Yaa Qawiyyu Kembali Digelar, 6,5 Ton Apem Dibagikan di Klaten


Berita Terkait