Kabupaten Bogor - Penutupan Jembatan Narogong memaksa warga mencari akses alternatif. Pemotor melintasi sungai, sementara siswa memakai jembatan gantung sementara.
Foto
Jembatan Narogong Ditutup, Warga Bertaruh di Jalur Darurat
Pembangunan Jembatan Narogong di Jalan Raya Narogong, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, masih berlangsung, Kamis (23/7/2026). Selama pekerjaan dilakukan, akses utama kendaraan ditutup sementara.
Penutupan tersebut mendorong sebagian warga membuat jalan darurat yang melintasi aliran Sungai Cileungsi di bawah jembatan. Jalur itu dimanfaatkan agar mobilitas tetap berjalan.
Setiap hari, pengendara sepeda motor bergantian melintasi lintasan sementara tersebut. Rute itu dipilih karena lebih cepat dibanding harus memutar melalui jalur alternatif.
Jalan darurat dibangun secara swadaya menggunakan material sederhana. Meski praktis, lintasan itu bukan akses lalu lintas yang dirancang secara permanen.
Sementara itu, kendaraan roda empat dan truk tetap harus melewati jalur pengalihan. Kondisi tersebut memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah titik sekitar Jalan Raya Narogong.
Keberadaan jalan darurat menjadi bentuk adaptasi masyarakat di tengah pembangunan infrastruktur. Namun jalur tersebut memiliki potensi bahaya, terutama saat hujan menyebabkan debit Sungai Cileungsi meningkat.
Ketika permukaan air sungai naik, jalur darurat akan terendam sehingga tidak bisa dilalui. Warga pun tampak bersiaga membantu pemotor yang kesulitan melewati tanjakan dan turunan yang cukup curam.
Selain jalur darurat untuk kendaraan roda dua, warga juga memanfaatkan jembatan gantung sementara yang disediakan selama pembangunan berlangsung. Akses tersebut menjadi jalur utama pejalan kaki untuk menyeberangi Sungai Cileungsi.
Jembatan gantung sementara itu dimanfaatkan berbagai kalangan, termasuk para siswa yang setiap hari berjalan kaki menuju sekolah. Demi alasan keselamatan, jumlah pengguna yang melintas dibatasi maksimal 10 orang dalam satu waktu dan tidak diperbolehkan berhenti di atas jembatan.
Jembatan yang menghubungkan kawasan Gunung Putri dan Klapanunggal itu tengah dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat dengan anggaran sekitar Rp45,9 miliar. Proyek yang dimulai pada 23 Mei 2026 itu ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026 sehingga konektivitas warga dapat kembali normal.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































