Bekasi - Baru 7 bulan dibersihkan, Kali Blencong Bekasi kembali dipenuhi eceng gondok sepanjang 1,5 km. Aliran sungai nyaris tak terlihat, risiko banjir pun mengintai.
Foto
Baru 7 Bulan Dibersihkan, Kali Blencong Bekasi Kembali Dipenuhi Eceng Gondok
Hamparan tanaman air itu mengular hingga sekitar 1,5 kilometer, membuat aliran kali nyaris tak terlihat, pada Selasa (7/7/2026)
Kondisi Kali Blencong di Kota Bekasi kembali menjadi sorotan. Baru sekitar tujuh bulan setelah dilakukan pembersihan, aliran sungai tersebut kembali dipenuhi eceng gondok yang menutupi hampir seluruh permukaan air.
Keberadaan eceng gondok dalam jumlah besar berpotensi menghambat aliran air, terutama saat curah hujan tinggi. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko luapan air dan banjir di kawasan sekitar apabila tidak segera ditangani.
Warga berharap pembersihan dan pengelolaan Kali Blencong dapat dilakukan secara berkelanjutan agar aliran sungai tetap berfungsi optimal serta mampu mengurangi risiko banjir maupun dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat pertumbuhan eceng gondok.
Warga masih beraktivitas di sekitar bantaran Kali Blencong meski kondisi sungai dipenuhi eceng gondok.Β Sebelumnya, Kali Blencong sempat dibersihkan pada Desember 2025 sebagai upaya mengembalikan fungsi aliran sungai. Namun, dalam kurun waktu sekitar tujuh bulan, eceng gondok kembali tumbuh dan menyebar dengan cepat hingga mendominasi permukaan kali.
Selain mengganggu kelancaran aliran sungai, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali juga dapat memengaruhi kualitas ekosistem perairan.Β Tanaman ini berpotensi mengurangi kadar oksigen di dalam air sehingga berdampak pada kehidupan ikan dan biota air lainnya.
Tumpukan eceng gondok juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk dan hama, yang berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit di lingkungan sekitar.
Dari kejauhan, yang tampak bukan lagi aliran air, melainkan hamparan tanaman hijau yang menutupi permukaan sungai dan membentang cukup panjang hingga mengarah ke wilayah Bekasi Utara.











































