Jakarta - Aksi protes pascavonis pembunuh mahasiswa Henry Nowak di Southampton, Inggris, berlangsung tegang. Polisi berjaga ketat saat massa menuntut keadilan.
Foto
Kericuhan Pecah Usai Vonis Pembunuh Henry Nowak di Inggris
Demonstran bentrok dengan petugas kepolisian saat aksi protes di Southampton, Inggris, Selasa (2/6/2026). Unjuk rasa berlangsung setelah Vikrum Digwa dinyatakan bersalah atas pembunuhan mahasiswa Henry Nowak dan memicu tuntutan publik agar dilakukan evaluasi terhadap penanganan kasus oleh aparat. Foto: REUTERS/Isabel Infantes
Seorang demonstran menggendong seorang perempuan saat mengikuti aksi protes di Southampton, Inggris, Selasa (2/6/2026). Demonstrasi digelar setelah Vikrum Digwa dinyatakan bersalah atas pembunuhan mahasiswa Henry Nowak, sementara aparat kepolisian berjaga di sekitar lokasi aksi yang menuntut keadilan dan evaluasi penanganan kasus tersebut. REUTERS/Isabel Infantes
Kasus ini menjadi sorotan nasional setelah rekaman kamera tubuh polisi yang dirilis ke publik menunjukkan momen ketika Nowak, yang mengalami luka tusuk fatal, sempat diborgol oleh petugas. Saat itu, pelaku mengklaim dirinya sebagai korban serangan sehingga polisi awalnya memperlakukan Nowak sebagai tersangka. Foto: REUTERS/Isabel Infantes
Rekaman tersebut memicu kritik luas terhadap prosedur kepolisian dan memunculkan pertanyaan mengenai penilaian petugas di lokasi kejadian. Banyak warga menilai aparat gagal mengenali bahwa Nowak merupakan korban yang membutuhkan pertolongan medis segera. Foto: REUTERS/Isabel Infantes
Vonis terhadap Digwa yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tidak sepenuhnya meredakan kemarahan masyarakat. Para pengunjuk rasa menegaskan bahwa keadilan belum tuntas sebelum ada evaluasi menyeluruh terhadap tindakan polisi dalam menangani insiden tersebut. Foto: REUTERS/Isabel Infantes
Ribuan demonstran berkumpul di depan Kantor Polisi Pusat Southampton, Inggris, Selasa (2/6/2026). Aksi digelar setelah Vikrum Digwa divonis bersalah atas pembunuhan mahasiswa berusia 18 tahun, Henry Nowak. Foto: REUTERS/Isabel Infantes











































