Jakarta - Prabowo menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Nanik menggantikan Dadan Hindayana yang dicopot dari jabatannya.
Foto
Potret Nanik S Deyang, Kepala BGN Baru Pengganti Dadan
Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Nanik menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya memimpin lembaga tersebut. Dok. BGN
Pengumuman pergantian pimpinan BGN disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Nanik resmi dipercaya memimpin BGN untuk periode berikutnya. Firda/detikcom
Nanik S Deyang bukan sosok baru di Badan Gizi Nasional. Sebelum ditunjuk sebagai Kepala BGN, ia menjabat Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi sejak September 2025. Nanik yang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968, dikenal memiliki latar belakang sebagai jurnalis senior dan pernah memimpin Kelompok Media Peluang sebelum berkiprah di dunia politik dan pemerintahan. Dok. Istimewa
Selain menunjuk kepala baru, Presiden juga mengangkat Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Keduanya akan mendampingi kepemimpinan baru di lembaga tersebut. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Dalam keterangannya, pemerintah menyampaikan apresiasi kepada Dadan Hindayana beserta jajaran pimpinan sebelumnya atas kontribusi mereka dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional. Dadan Hindayana menjabat sebagai Kepala BGN sejak dilantik oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada Agustus 2024. Saat itu, BGN dibentuk untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis. Agung Pambudhy/detikcom
Pergantian pimpinan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam melanjutkan pengembangan program dan kelembagaan BGN. Badan tersebut memiliki peran penting dalam pelaksanaan kebijakan gizi nasional. Lamhot Aritonang/detikcom
Dengan penunjukan Nanik S Deyang, BGN memasuki babak kepemimpinan baru. Perhatian publik kini tertuju pada langkah dan strategi yang akan dijalankan untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan. Lamhot Aritonang/detikcom











































