Kenya - Ratusan warga turun ke jalan di Kenya menolak pembangunan fasilitas karantina Ebola yang didukung AS. Aksi protes memicu ketegangan dan pengamanan ketat.
Foto
Ratusan Warga Kenya Tolak Rencana Fasilitas Karantina Ebola AS
Ratusan warga berunjuk rasa di Nanyuki, Kenya, menolak rencana pembangunan fasilitas karantina Ebola di dekat pangkalan militer. Massa memadati jalan sambil menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi risiko kesehatan yang ditimbulkan. Foto: REUTERS/John Muchucha
Ratusan warga berunjuk rasa di Nanyuki, Kenya, menolak rencana pembangunan fasilitas karantina Ebola di dekat pangkalan militer. Massa memadati jalan sambil menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi risiko kesehatan yang ditimbulkan. Foto: REUTERS/John Muchucha
Pengunjuk rasa membakar ban dan memblokade sejumlah ruas jalan saat aksi penolakan fasilitas karantina Ebola di Nanyuki, Kenya. Demonstrasi tersebut menyebabkan aktivitas di sebagian kota terganggu dan memicu peningkatan pengamanan.Β Foto: REUTERS/John Muchucha
Pengunjuk rasa membakar ban dan memblokade sejumlah ruas jalan saat aksi penolakan fasilitas karantina Ebola di Nanyuki, Kenya. Demonstrasi tersebut menyebabkan aktivitas di sebagian kota terganggu dan memicu peningkatan pengamanan.Β Foto: REUTERS/John Muchucha
Mereka menilai pemerintah kurang melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan terkait proyekΒ fasilitas karantina Ebola.Β Foto: REUTERS/John Muchucha
Mereka menilai pemerintah kurang melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan terkait proyekΒ fasilitas karantina Ebola.Β Foto: REUTERS/John Muchucha
Polisi anti huru hara dikerahkan untuk menjaga ketertiban setelah massa memenuhi jalan-jalan utama kota. Foto: REUTERS/John Muchucha
Polisi anti huru hara dikerahkan untuk menjaga ketertiban setelah massa memenuhi jalan-jalan utama kota. Foto: REUTERS/John Muchucha
Ketegangan meningkat meski pengadilan sebelumnya telah memerintahkan penangguhan sementara proyek tersebut. Foto: REUTERS/John Muchucha
Ketegangan meningkat meski pengadilan sebelumnya telah memerintahkan penangguhan sementara proyek tersebut. Foto: REUTERS/John Muchucha











































