Buruh Tumpah Ruah di Monas, Soroti Upah Murah hingga Ancaman PHK

Foto

Buruh Tumpah Ruah di Monas, Soroti Upah Murah hingga Ancaman PHK

Ari Saputra - detikNews
Jumat, 01 Mei 2026 12:29 WIB

Jakarta - Ribuan buruh memadati Monas saat May Day 2026, menuntut RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing, dan menolak upah murah.

Ribuan buruh memadati Monas saat May Day 2026, menuntut RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing, dan menolak upah murah.
Ribuan buruh memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026, Jumat (1/5/2026).
Ribuan buruh memadati Monas saat May Day 2026, menuntut RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing, dan menolak upah murah.
Massa yang datang dari berbagai wilayah itu tampak memenuhi area lapangan dengan membawa spanduk, poster, serta atribut serikat pekerja.
Ribuan buruh memadati Monas saat May Day 2026, menuntut RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing, dan menolak upah murah.
Dalam aksi tersebut, para buruh menyuarakan sejumlah tuntutan utama terkait kebijakan ketenagakerjaan di Indonesia. Mereka mendesak pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang dinilai lebih berpihak pada kesejahteraan pekerja.
Ribuan buruh memadati Monas saat May Day 2026, menuntut RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing, dan menolak upah murah.
Selain itu, penghapusan sistem outsourcing menjadi salah satu tuntutan yang paling disorot. Para buruh menilai sistem tersebut kerap merugikan pekerja karena minimnya jaminan kepastian kerja dan perlindungan hak.
Ribuan buruh memadati Monas saat May Day 2026, menuntut RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing, dan menolak upah murah.
Isu upah murah juga menjadi perhatian dalam aksi ini. Massa buruh menolak praktik pengupahan yang dianggap tidak sebanding dengan kebutuhan hidup layak, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup di berbagai daerah.
Ribuan buruh memadati Monas saat May Day 2026, menuntut RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing, dan menolak upah murah.
Di sisi lain, kekhawatiran terhadap dampak konflik global turut mencuat dalam peringatan May Day tahun ini. Para buruh menilai ketidakpastian ekonomi dunia berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di dalam negeri, sehingga diperlukan langkah antisipatif dari pemerintah.
Ribuan buruh memadati Monas saat May Day 2026, menuntut RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing, dan menolak upah murah.
Peringatan May Day 2026 di Monas tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga momentum bagi buruh untuk menyuarakan harapan akan kebijakan yang lebih adil dan berpihak pada pekerja di masa mendatang.
Buruh Tumpah Ruah di Monas, Soroti Upah Murah hingga Ancaman PHK
Buruh Tumpah Ruah di Monas, Soroti Upah Murah hingga Ancaman PHK
Buruh Tumpah Ruah di Monas, Soroti Upah Murah hingga Ancaman PHK
Buruh Tumpah Ruah di Monas, Soroti Upah Murah hingga Ancaman PHK
Buruh Tumpah Ruah di Monas, Soroti Upah Murah hingga Ancaman PHK
Buruh Tumpah Ruah di Monas, Soroti Upah Murah hingga Ancaman PHK
Buruh Tumpah Ruah di Monas, Soroti Upah Murah hingga Ancaman PHK


Berita Terkait