Jakarta - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menghadiri puncak perayaan 67 tahun Sangha Agung Indonesia yang digelar di Auditorium Prasadha Jinarakkhita, Jakarta.
Foto
Menag Nasaruddin Umar Hadiri Perayaan 67 Tahun Sangha Agung Indonesia
Perayaan yang mengusung tema “Sangha Agung untuk Indonesia” ini menegaskan komitmen organisasi dalam membimbing umat sekaligus berkontribusi bagi pembangunan karakter bangsa yang inklusif dan harmonis. Kehadiran Menag menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap peran tokoh dan lembaga keagamaan dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
Acara tersebut diikuti lebih dari 1.000 umat dari berbagai provinsi sebagai bentuk syukur atas perjalanan panjang pengabdian Sangha Agung Indonesia sejak 1959. Peringatan ini juga mengenang jasa pelopor kebangkitan Agama Buddha di Indonesia, mendiang Y.A. M.N.S. Ashin Jinarakkhita, yang semangatnya terus hidup dalam setiap langkah pengabdian para Biksu dan Biksuni Sangha Agung Indonesia hingga saat ini.
Dalam rangkaian perayaan, Sangha Agung Indonesia bersama Keluarga Buddhayana Indonesia menggelar sejumlah kegiatan, di antaranya penanaman 6.700 pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, program Sangha Mengajar untuk edukasi Dharma, doa lintas agama, serta pameran relik Mahabhiksu Ashin Jinarakkhita.
Selain Menag, acara ini juga dihadiri oleh Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI Drs. Supriyadi, M.Pd, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DK Jakarta Ali Maulana Hakim, Anggota DPRD DK Jakarta Kevin Wu, DPRD Banten Christian Lois, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Yusuf Aman, serta tokoh lintas agama yang memimpin doa untuk keselamatan bangsa dan negera serta dunia.
Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dalam menjaga harmoni dan persatuan bangsa.
Ketua Umum Sangha Agung Indonesia, Y.M. Khemacaro Mahathera, menyampaikan bahwa usia 67 tahun mencerminkan kematangan dalam pengabdian. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Dharma yang diusung tidak hanya menyasar kehidupan spiritual, tetapi juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan, sesama manusia, serta keberlanjutan kehidupan.
Melalui momentum ini, Sangha Agung Indonesia menyerukan kepada umat Buddha dan masyarakat luas untuk terus menjaga kerukunan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus mendoakan kedamaian dan kesejahteraan bagi bangsa dan dunia.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































