Kucing Oyen Jadi Partner Patroli, Cara Jitu Polisi Dekati Warga

Foto

Kucing Oyen Jadi Partner Patroli, Cara Jitu Polisi Dekati Warga

Rifkianto Nugroho - detikNews
Minggu, 05 Apr 2026 09:00 WIB

Bogor - Seekor kucing bernama Oyen menjadi teman patroli polisi di Bogor. Kehadirannya membantu mencairkan suasana dan mendekatkan polisi dengan masyarakat.

Hujan deras yang turun tiba-tiba pada siang 1 Mei 2024 mengubah cara seorang polisi di Bogor menjalankan tugasnya. Saat itu, Aipda Yunaz Yahya hendak berangkat patroli sempat melihat seekor anak kucing ditinggalkan di sekitar kantor. Ia mengira kucing itu masih memiliki induk atau pemilik, hingga akhirnya memilih melanjutkan tugas.

Hujan deras yang turun tiba-tiba pada siang 1 Mei 2024 mengubah cara seorang polisi di Bogor menjalankan tugasnya. Saat itu, Aipda Yunaz Yahya hendak berangkat patroli sempat melihat seekor anak kucing ditinggalkan di sekitar kantor. Ia mengira kucing itu masih memiliki induk atau pemilik, hingga akhirnya memilih melanjutkan tugas.

Hujan deras yang turun tiba-tiba pada siang 1 Mei 2024 mengubah cara seorang polisi di Bogor menjalankan tugasnya. Saat itu, Aipda Yunaz Yahya hendak berangkat patroli sempat melihat seekor anak kucing ditinggalkan di sekitar kantor. Ia mengira kucing itu masih memiliki induk atau pemilik, hingga akhirnya memilih melanjutkan tugas.

Namun sekitar 20 menit kemudian, hujan lebat mengguyur. Ingatan tentang kucing kecil itu membuatnya berbalik arah. Benar saja, kucing tersebut sudah basah kuyup. Sejak saat itu, ia memutuskan mengadopsinya dan membawanya pulang.

Hujan deras yang turun tiba-tiba pada siang 1 Mei 2024 mengubah cara seorang polisi di Bogor menjalankan tugasnya. Saat itu, Aipda Yunaz Yahya hendak berangkat patroli sempat melihat seekor anak kucing ditinggalkan di sekitar kantor. Ia mengira kucing itu masih memiliki induk atau pemilik, hingga akhirnya memilih melanjutkan tugas.

Tak disangka, kucing yang kemudian dikenal dengan nama “Poyici Oyen” itu justru menjadi bagian penting dalam tugas kepolisian. Ide membawanya saat patroli muncul ketika jajaran Polres Bogor menjalankan program patroli dialogis yang mengedepankan pendekatan preventif dan humanis.

Hujan deras yang turun tiba-tiba pada siang 1 Mei 2024 mengubah cara seorang polisi di Bogor menjalankan tugasnya. Saat itu, Aipda Yunaz Yahya hendak berangkat patroli sempat melihat seekor anak kucing ditinggalkan di sekitar kantor. Ia mengira kucing itu masih memiliki induk atau pemilik, hingga akhirnya memilih melanjutkan tugas.

Dalam praktiknya, polisi kerap kesulitan berinteraksi dengan kelompok anak muda yang nongkrong karena mereka langsung membubarkan diri saat didatangi petugas. Situasi itu membuat pesan-pesan kamtibmas tak sempat tersampaikan.

Hujan deras yang turun tiba-tiba pada siang 1 Mei 2024 mengubah cara seorang polisi di Bogor menjalankan tugasnya. Saat itu, Aipda Yunaz Yahya hendak berangkat patroli sempat melihat seekor anak kucing ditinggalkan di sekitar kantor. Ia mengira kucing itu masih memiliki induk atau pemilik, hingga akhirnya memilih melanjutkan tugas.

Kehadiran Oyen mengubah pendekatan tersebut. Saat patroli malam, lampu strobo kendaraan dimatikan, suasana dibuat lebih santai, dan kucing diperlihatkan kepada anak-anak muda yang ditemui. Hasilnya, suasana menjadi cair. Tak ada lagi jarak antara polisi dan masyarakat.

Hujan deras yang turun tiba-tiba pada siang 1 Mei 2024 mengubah cara seorang polisi di Bogor menjalankan tugasnya. Saat itu, Aipda Yunaz Yahya hendak berangkat patroli sempat melihat seekor anak kucing ditinggalkan di sekitar kantor. Ia mengira kucing itu masih memiliki induk atau pemilik, hingga akhirnya memilih melanjutkan tugas.

Percakapan bisa berlangsung santai, bahkan diselingi candaan. Dalam kondisi seperti itu, pesan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat lebih mudah diterima.

Hujan deras yang turun tiba-tiba pada siang 1 Mei 2024 mengubah cara seorang polisi di Bogor menjalankan tugasnya. Saat itu, Aipda Yunaz Yahya hendak berangkat patroli sempat melihat seekor anak kucing ditinggalkan di sekitar kantor. Ia mengira kucing itu masih memiliki induk atau pemilik, hingga akhirnya memilih melanjutkan tugas.

Kucing berwarna oranye itu bahkan mendapat pangkat unik dari warganet, yakni “Brigcing” atau Brigadir Kucing. Nama “Poyici Oyen” sendiri merupakan hasil usulan para pecinta kucing di media sosial. Sejak dikenal luas, kehadiran Oyen tak hanya membantu tugas patroli, tetapi juga menjadi daya tarik dalam kegiatan edukasi ke sekolah maupun interaksi langsung dengan masyarakat.

Hujan deras yang turun tiba-tiba pada siang 1 Mei 2024 mengubah cara seorang polisi di Bogor menjalankan tugasnya. Saat itu, Aipda Yunaz Yahya hendak berangkat patroli sempat melihat seekor anak kucing ditinggalkan di sekitar kantor. Ia mengira kucing itu masih memiliki induk atau pemilik, hingga akhirnya memilih melanjutkan tugas.

Meski sering diajak bertugas, tidak semua kegiatan melibatkan Oyen. Untuk tugas berat seperti pengamanan aksi unjuk rasa atau penindakan, kucing tersebut tetap ditinggal di rumah. Ia hanya diajak dalam patroli ringan yang bersifat preventif, termasuk saat menyambangi kelompok remaja yang berpotensi melakukan balap liar atau tawuran.

Hujan deras yang turun tiba-tiba pada siang 1 Mei 2024 mengubah cara seorang polisi di Bogor menjalankan tugasnya. Saat itu, Aipda Yunaz Yahya hendak berangkat patroli sempat melihat seekor anak kucing ditinggalkan di sekitar kantor. Ia mengira kucing itu masih memiliki induk atau pemilik, hingga akhirnya memilih melanjutkan tugas.

Selain patroli, Yunaz juga memanfaatkan popularitas Oyen untuk menyampaikan informasi lalu lintas secara langsung melalui siaran media sosial. Dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026, misalnya, ia melakukan siaran langsung kondisi arus mudik dan balik di kawasan Puncak. Informasi tersebut diharapkan membantu masyarakat mengantisipasi perjalanan, termasuk mengingatkan pengendara untuk memastikan bahan bakar cukup sebelum berangkat.

Hujan deras yang turun tiba-tiba pada siang 1 Mei 2024 mengubah cara seorang polisi di Bogor menjalankan tugasnya. Saat itu, Aipda Yunaz Yahya hendak berangkat patroli sempat melihat seekor anak kucing ditinggalkan di sekitar kantor. Ia mengira kucing itu masih memiliki induk atau pemilik, hingga akhirnya memilih melanjutkan tugas.

Di balik perannya yang unik, Oyen tetaplah kucing kampung biasa. Tidak ada perawatan khusus selain pemberian makan, vitamin, serta vaksin rutin setahun sekali. Yunaz juga menekankan pentingnya tidak memaksa hewan peliharaan dan memperhatikan kondisinya. Jika kucing sedang tidak dalam kondisi baik, ia memilih tidak membawanya bertugas.

Hujan deras yang turun tiba-tiba pada siang 1 Mei 2024 mengubah cara seorang polisi di Bogor menjalankan tugasnya. Saat itu, Aipda Yunaz Yahya hendak berangkat patroli sempat melihat seekor anak kucing ditinggalkan di sekitar kantor. Ia mengira kucing itu masih memiliki induk atau pemilik, hingga akhirnya memilih melanjutkan tugas.

Bagi Yunaz, kehadiran Oyen bukan hanya sekadar teman, tapi jembatan komunikasi dengan cara sederhana. Pendekatan yang lebih hangat terbukti mampu menghilangkan sekat antara polisi dan masyarakat, khususnya generasi muda yang sebelumnya cenderung menjauh saat melihat petugas datang.

Kucing Oyen Jadi Partner Patroli, Cara Jitu Polisi Dekati Warga
Kucing Oyen Jadi Partner Patroli, Cara Jitu Polisi Dekati Warga
Kucing Oyen Jadi Partner Patroli, Cara Jitu Polisi Dekati Warga
Kucing Oyen Jadi Partner Patroli, Cara Jitu Polisi Dekati Warga
Kucing Oyen Jadi Partner Patroli, Cara Jitu Polisi Dekati Warga
Kucing Oyen Jadi Partner Patroli, Cara Jitu Polisi Dekati Warga
Kucing Oyen Jadi Partner Patroli, Cara Jitu Polisi Dekati Warga
Kucing Oyen Jadi Partner Patroli, Cara Jitu Polisi Dekati Warga
Kucing Oyen Jadi Partner Patroli, Cara Jitu Polisi Dekati Warga
Kucing Oyen Jadi Partner Patroli, Cara Jitu Polisi Dekati Warga
Kucing Oyen Jadi Partner Patroli, Cara Jitu Polisi Dekati Warga


Berita Terkait