Jakarta - TNI melakukan pergantian Kabais usai kasus penyiraman terhadap aktivis KontraS. Langkah ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab institusi.
Foto
TNI Ganti Kabais Usai Kasus Penyiraman Aktivis
TNI melakukan serah terima jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi usai kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Pergantian jabatan ini disebut sebagai respons atas keterlibatan oknum anggota Bais TNI dalam peristiwa tersebut.
Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menegaskan langkah itu merupakan komitmen TNI dalam menyikapi persoalan yang mencuat ke publik. Ia menyebut keputusan diambil sebagai bentuk tanggung jawab institusi.
Pada hari yang sama, TNI juga menggelar rapat bersama Kementerian Pertahanan untuk membahas langkah pembenahan internal. Pembahasan mencakup upaya revitalisasi guna memperkuat sistem pengawasan dan kedisiplinan prajurit.
Rapat tersebut dilaksanakan berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan kesepakatan bahwa setiap pelanggaran harus ditindak tegas tanpa pengecualian. TNI menegaskan komitmennya menindak setiap pelanggaran hukum dan disiplin.
Sebelumnya, Puspom TNI menangkap empat terduga pelaku yang merupakan anggota Denma Bais TNI dari unsur Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Proses penyidikan masih berlangsung dan TNI meminta publik bersabar menunggu hasil yang akan disampaikan secara transparan.










































